Jokowi Berharap Musik Nasional Diakui Dunia

berbagi di:
jokowi-oke

 

 

Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat Hari Musik Nasional yang jatuh pada 9 Maret melalui akun Twitter-nya. Presiden mengatakan, musik bukan sekadar untuk dinikmati, melainkan juga harus dijaga keberadaannya.

“Musik kita jaga keberada-annya. Semoga eksistensi musik nasional lebih diakui keberadaannya secara global. Hidup tanpa musik terasa hambar,” cicit Jokowi, kema-rin, Jumat (9/3).

Melalui video yang diserta-kan dalam cicitannya, Presi-den juga berharap dengan diselenggarakannya Konferensi Musik Indonesia pada 7-9 Maret di Ambon, Maluku, para insan musik Indonesia mampu merumuskan dan memperjuangkan musik Indonesia agar terus berkembang dan diakui eksistensinya di ranah global.

Hari ini Indonesia merayakan Hari Musik Nasional. Pada 9 Maret bertepatan dengan hari lahir salah seorang pahlawan nasional, Wage Rudolf Soepratman, yang juga pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Selain melalui Twitter, pada video yang di-upload di akun Instagram-nya, Jokowi juga memperlihatkan dirinya sebagai penikmat musik. Dalam video tersebut, Kepala Negara tengah menikmati musik melalui telepon genggamnya sembari mengetukkan jari dan mengentakkan kakinya. “Rentang musik Nasional dari Sabang hingga Merauke mencerminkan rasa toleransi, kerukunan, dan keharmonisan,” ucapnya.

Di sisi lain, Konferensi Mu-sik Indonesia yang berlangsung di Kota Ambon, Maluku, sejak Rabu (7/3) hingga kemarin menghasilkan 12 rencana aksi untuk keberlangsungan musik Indonesia. Menurut Ketua Komite Konferensi Musik Indonesia Glenn Fredly, rencana aksi sekaligus rekomendasi tersebut akan diserahkan langsung kepada Presiden Jokowi.

Ia menyatakan, musik Indonesia seluruhnya bertumbuh pada kemajuan ekosistemnya, yakni segenap pola interaksi antarunsur yang saling bekerja dalam dunia musik Indonesia. “Tanpa usaha pemajuan yang menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari perlindungan, pengembangan, sampai pemanfaatan musik, serta pembinaan segenap sumber daya manusia di dalamnya, tidak akan ada kehidupan permusikan yang sehat,” katanya di Ambon, kemarin. (Media Indonesia)