Jokowi dan KH Said Aqil Batal Hadiri Seminar Kebangsaan di Kupang

berbagi di:
Rencana design monumen Pancasila.

Hiero Bokilia

 

 
Presiden RI Joko Widodo yang dijadwalkan menjadi  keynote speaker dalam seminar nasional yang diselenggarakan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) batal hadir dalam seminar kebangsaan tersebut. Kiai Haji Said Aqil Siradj yang didapuk menjadi pembicara dalam seminar ini pun tidak hadir.

Seminar nasional tersebut akhirnya dibuka langsung oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Dalam sambutannya saat membuka seminar kebangsaan di Aula Gedung Sasando Kantor  Gubernur NTT, Selasa (30/5), Lebu Raya mengapreasiasi FPK untuk menggelar seminar kebangsaan untuk menyikapi perbedaan pandangan yang sangat radikal di Indonesia beberapa bulan terakhir ini.
NTT, kata Lebu Raya, sering dikenal sebagai Imdonesia mini karena terdiri dari pulau-pulau dan keragaman suku, agama, bahasa, dan adat istiadat.

Menurut Lebu Raya, NTT harus tetap berbangga dengan keragaman yang ada bahkan tetap menjaga keragaman. Masyarakat NTT juga perlu bangga karena dalam keragaman itu, Pancasila lahir di bumi NTT melalui permenungan Soekarno di Kota Ende.

“Peringatan ini mau ingatkan seluruh bangsa bahwa kita punya ideologi Pancasila dan NTT sebagai sponsor,” kata Lebu Raya.

Ia menambahkan negara Indonesia didirikan sebagai negara bangsa bukan sebagai negara suku atau agama. Dalam Sumpah Pemuda pun tak menyebut satu agama dan ideologi yang sudah disepekati bersama yakni Pancasila berdasarkan pidato 1 Juni.

“Bung Karno bahkan  dituduh oleh sejumlah orang Islam bahwa tidak menggali Pancasila secara dalam dan tidak Islamis, tapi Bung Karno mengatakan sudah gali sedalam- dalamnya memasuki sekat agama dan menemukan Pancasila. Bung Karno tidak sekadar melihat satu fase tapi seluruh fase kehidupan bangsa ini,” tegas Lebu Raya.

Pada acara oembukaan tersebut, keluarga besar Theodorus Widodo yang juga Wakil Kerua FPk bersama keluarga menyerahkan hibah tanah secara resmi kepada Pemprov NTT yang diterima Gubernur Lebu Raya disaksikan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno.