Kadis Dilarang Keluar Daerah

berbagi di:
Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man.

 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akhirnya menetapkan Kota Kupang darurat bencana. Pemkot akhirnya mengeluarkan himbauan agar semua Kepala Dinas dilarang keluar daerah.

“Langkah pemerintah kota, kembali menyatakan keadaan darurat bencana, sekaligus menghimbau semua kadis tidak meninggalkan daerah,” kata Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man kemarin kepada wartawan.

Penetapan status bencana dan larangan bagi pejabat Kota Kupang untuk meninggalkan daerah, kata Herman, sebagai bentuk keprihatinan dan perlu penanggulangan secara cepat di lapangan.

Semua perjalanan dinas ke luar daerah yang akan dihadiri oleh Kepala Dinaa akan diwakilkan kepada pejabat eselon III atau setingkat Kepala Bidang di lingkup Dinas masing-masing.

 

Listrik Bermasalah
Sementara itu, aliran listrik di ribuan rumah di sejumlah wilayah di Kota Kupang hingga Senin (11/3) malam, masih padam akibat bencana angin kencang sehari sebelumnya. Selain merusak ratusan rumah dan bangunan publik lainnya, bencana itu menyebabkan gangguan pada sejumlah infrastruktur jalan dan lainnya.

Warga di Kelurahan Kolhua misalnya, hingaa pukul 20.00 Wita semalam, masih belum menyala. Di media sosial netizen menulis bahwa sudah 2 x 24 jam listrik belum juga menyala. Hal yang sama juga di sejumlah areal pinggiran Kota Kupang.

Manajer PT PLN (Persero) UP3 Kupang Arif Rohmatin kepada wartawan mengemukakan bahwa sebanyak 30 penyulang (jaringan listrik tegangan menengah) yang terganggu sudah berhasil dipulihkan.

“Pemulihan puluhan penyulang yang terdampak angin kencang ini dilakukan secara bertahap hingga Minggu malam setelah kejadian,” katanya.

Ia menjelaskan, gangguan penyulang akibat angin kencang ini sempat membuat aliran listrik di Kota Kupang dan sekitarnya padam lebih dari 10 jam.

Setelah kejadian tersebut, pihaknya langsung mengerahkan semua petugas dalam 15 regu menuju lokasi-lokasi terdampak angin kencang untuk melakukan pemulihan. “Beberapa penyulang dalam proses pemulihan, dan akan menyala secara bertahap setelah pekerjaan perbaikan selesai dan benar-benar aman,” katanya. ((mg-10/dok mi/ntc/S-1)