Kejari TTS belum Terima Putusan Bebas Salmun Tabun

berbagi di:
Tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Salmun Tabun menuju mobil tahanan di Kejari TTS untuk digiring ke Rumah Tahanan Soe, Kamis (6/4).

Tersangka Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Salmun Tabun menuju mobil tahanan di Kejari TTS untuk digiring ke Rumah Tahanan Soe saat kasusnya mencuat.

Megi Fobia

Mantan Sekda Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Salmun Tabun yang sedang menjalani hukuman karena tersangkut kasus korupsi, divonis bebas oleh Mahkamah Agung yang memeriksa perkara peninjauan kembali yang diajukan Salmun Tabun. Namun, sejauh ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) TTS belum menerima salinan asli dari putusan MA tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Kejari TTS Fachrizal ketika diwawancarai VN di kantornya, Rabu (30/5).

“Seperti apa isi putusan itu kami belum terima. Kami juga tidak bisa berkomentar banyak soal kasus tersebut. Nanti Kejari TTS sudah menerima putusan dari MA baru kita komentar,” kata Fachrizal, kemarin.

Dia menegaskan pihaknya masih menanti putusan MA tersebut. Sesuai dengan mekanisme, setelah ada putusan MA, maka putusan akan disampaikan ke Pengadilan Tipikor Kupang dan dari Pengadilan Tipikor akan menyampaikan ke Kejari TTS melalui Pengadilan Negeri Soe.

Fachrizal yang ditanya VN terkait langkah yang diambil oleh Kejari TTS setelah menerima putusan tersebut, dia mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan penjelasan sebab secara resmi Kejari TTS belum mendapat putusan MA tersebut.

Seperti apa isi putusan tersebut, Fachrizal mengakui pihaknya belum mengetahui secara persis karena belum menerimanya. Tentu, kata dia, dalam putusan MA itu ada perintah dari MA yang harus dilaksanakan.
Hal senada dikatakan Kasi Intel Kejari TTS, Meourest Kolobani. Dia juga mengatakan bahwa putusan MA terkait kasus Salmun Tabun belum diterima dan pihaknya baru sebatas membaca di koran. Sedangkan salinan putusan belum sampai ke Kejari TTS.

Jika putusan yang membebaskan Salmun Tabun itu sudah sampai di Kejari TTS, lanjutnya, maka akan dibaca untuk disikapi sesuai dengan isi dari putusan tersebut.

“Sampai detik ini Kejari TTS belum mendapat surat atau putusan MA terhadap kasus yang menimpa Salmun Tabun. Untuk tindakan selanjutnya harus ada putusan dari MK, Kejari tidak bisa berbuat banyak tanpa putusan MA. Nanti kita tunggu saja, kalau sudah putusannya ke Kejari TTS nanti kita kaji kembali untuk tau persis seperti ada putusan itu dan apa yang akan dilakukan,” jelas Mourest.

Dia menambahkan, jika dalam putusan MA tersebut dinyatakan bahwa Salmun Tabun tidak bersalah, maka akan ada pemulihkan hak-hak terpidana. “Rehabilitasi, atau pemulihan terhadap Salmun Tabun tentu dicantumkan dalam putusan tersebut, tetapi secara resmi kita belum terima putusan MA itu,” pungkasnya.

Penasehat hukum Salmun Tabun, Philipus Fernandes mengatakan, vonis bebas kliennya sudah termuat di website MA.

“Keputusan PK atas nama Salmun sudah dikeluarkan sejak 15 Mei 2018. Amar keputusannya, MA mengabulkan permohonan PK Salmun Tabun. Artinya bahwa klien kami tidak terbukti bersalah dan jaksa mesti segera membebaskan atau mengeluarkan klien kami dari penjara demi hukum,” kata Philipus, Senin (28/5) malam. (mg-12/tnc/D-1)