Kelor di Pulau Semau dan Flotim Siap Panen

berbagi di:
Dudi saat mengunjungi salah satu lahan penanaman kelor di Pulau Semau beberapa waktu lalu.

 

Polce Siga
Wakil Ketua Asosiasi Petani Kelor Flobamora, Arif Kurniawan mengatakan pihaknya akan segera memanen kelor untuk dipasarkan.

Ia mengarakan lahan siap panen dari binaan asosiasi salah satunya berada di Pulau Semau dan Kabupaten Flotim. Menurutnya, jika mesin pengering sudah ada, maka sudah siap panen.

Menurutnya, mesin pengering saat ini sudah di Kupang dan siap dibawa ke lokasi lahan kelor. Menurutnya, dengan adanya mesin, maka dalam waktu dekat saun kelor sudah bisa dipanen.

“Ketika teken kerja sama dengan MOI kemarin, dan salah satu isinya bantuan mesin pengering. Nah, untuk mesin besok mulai dikerjakan. Jadi paling lambat minggu depan sudah selesai,” katanya.

Sebelumnya, pemilik PT Moringa Indonesia (MOI) Dudi Krisnadi hanya membeli kelor yang sudah mempunyai sertifikasi lahan organik (SLO) dari Ceres, Jerman. Perusahan asal Blora, Jawa Tengah itu sama sekali tidak akan membeli bubuk kelor di luar standar operasional prosedur (SOP) pengolahan yang sudah berlaku selama ini.

Menurut Dudi, perusahaannya hanya membeli produk kelor dari petani yang sudah bekerja sama dengan perusahaannya.

“Jadi, hanya yang sudah kontrak dengan saya saja yang akan saya beli. Untuk dapat kontrak pembelian itu ada tahapannya. Terutama sertifikasi lahan organik dari Ceres, Jerman dan SOP pengolahan. Mohon dipahami karena produk MOI itu ‘quality base product‘ dan bukan ‘quantity base product‘. Teman-teman lain nggak bisa jual ke saya, bisa jual ke pasar nonorganik atau buyer quantity base product alias curah,” ungkap Dudi. (D-1)