Kepala Daerah Daratan Sumba Apresiasi Gebrakan Baru Pemprov NTT

berbagi di:

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan arahan dalam Rapat Kerja dengan Bupati, pimpinan DPRD, camat, dan kepala desa/lurah se-daratan Sumba, di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Kota Waingapu, Kamis (6/12). Foto: Frangky Johannis/VN

 

Frangky Johannis
Jajaran pimpinan wilayah di daratan Pulau Sumba, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi NTT di bawah komando Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wagub Josef Naie Soi (JNS) dalam upaya merealisasi visi NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

Apreasiasi tersebut diungkapkan Bupati Sumba Timur Gidion Mbilijora, Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu, Bupati Sumba Tengah Paulus K Limu, dan Bupati Sumba Barat Agustinus Niga Dapawole beserta para Ketua DPRD dalam Rapat Korrdinasi Pimpinan Daerah (Rakor Pimda) Region VI Sumba, Kamis (6/12) di Waingapu.

Bupati Gideon dalam sekapur sirihnya mengungkapkan rasa syukur menjadi tuan rumah Raker regional 6 daratan Sumba. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kali pertama Gubernur VBL melaksanakan raker dengan melibatkan pemkab/pemkot untuk bersama-sama merumuskan arah kebijakan dan strategi pembangunan NTT.

Ini baru pertama kali terjadi ada rapat kerja Gubernur NTT dengan Bupati, pimpinan DPRD, pimpinan komisi, camat, dan kepala desa/lurah se- Sumba. Tim dari provinsi juga sudah merancang kegiatan ini dengan baik, mudah-mudahan tujuan kegiatan ini tercapai dan akan dilanjutkan pada periode-periode berikutnya,” imbuh Gidon.

Gidion mengatakan, sebelumnya ia bersama Ketua DPRD Sumba Timur Palulu P Ndima secara informal berbicara dengan Gubernur VBL bahwa membangun Sumba bukan membangun masing-masing kabupaten di daratan Sumba, tetapi konsepnya adalah membangun eknomi Pulau Sumba.

“Jadi tidak memikirkan kabupaten kita masing-masing, tetapi Sumba secara keseluruhan. Sehingga diharapkan kesepakatan ini akan kita formalkan dalam nota kesepahaman,” katanya.

Ketua DPRD Sumba Timur Palulu P Ndima menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT yang konsern mengembangkan Sumba sebagai salah satu daerah penghasil ternak karena dahulunya memang sudah dikembangkan program tersebut.

Selain itu, kata dokter hewan ini, penyediaan pakan ternak lamtoro kerambah disampaikan Gubernur NTT itu hal yang bagus karena dirinya sudah mencobanya di lahan milknya.

Ketua DPRD Sumba Barat Gregorius HBL Pandango menyampaikan bahwa tantangan Gubernur NTT untuk menghasilkan bawang, cabe, dan tanaman palawija lain untuk memenuhi kebutuhan sendiri karena selama ini didatangkan dari Bima, NTB, telah dilaksaakan , dan saat ini hasil bawang, cabe, dan tanaman palawija dari Lamboya sudah menguasai pasar di Sumba Barat.

Selain itu, Pandango juga meminta kepada Gubernur untuk membangun dermaga di Sumba Barat karena aset Pemkab Sumba Barat berupa Bandara Tambolaka dan Pelabuhan Waikelo sudah menjadi aset Kabupaten SBD setelah wilayah itu menjadi daerah otonom sendiri.

Bupati Sumba Tengah Paulus K Limu dan Ketua DPRD Sumba Tengah Umbu Neka Jarawoli menyambut baik kegiatan Rapat Kerja dengan Bupati, pimpinan DPRD, camat, dan kepala desa/lurah.

Keduanya meminta Pemprov NTT terus mendorong dan mendukung pembangunan di wilayah tersebut, salah satunya dengan membangun embung skala besar atau bendungan untuk meningkatkan produksi pertanian di wilayah itu karena selama ini wilayah tersebut tidak mendapat bantuan embung/bendungan seperti wilayah lainnya di Pulau Sumba.

Bupati SBD Markus Dairo Talu mengapresiasi terobosan yang dilakukan Gubernur NTT dan Wakil Gubernur dengan ide-ide yang brilian.

Ia juga mengatakan sangat menyesal mengapa NTT harus menunggu hingga 2018 baru memiliki pemimpin seperti Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef A Nae Soi.

“Kalau saja keduanya sudah memimpin NTT 20 tahun lalu, maka NTT sudah sejajar dengan daerah lain di Indonesia,” kata Markus.
Harus Sinergi
Sementara Gubernur VBL mengatakan, rapat kerja Gubernur NTT dengan para bupati, pimpinan DPRD, pimpinan komisi, camat, dan kepala desa/lurah adalah untuk merekatkan emosional dan mendekatkan program Pemerintah Provinsi NTT dengan kabupaten/kota, agar RJPMD dapat dilaksanakan secara terintegrasi untuk menyelesaikan beragam permasalahan yang dihadapi NTT selama ini.

Ia menjelaskan, dalam rangka pembahasan RJPMD di DPRD NTT, selaku gubernur dirinya ingin berkeliling untuk propaganda dan konsolidasi program kerja, serta sinkronisasi seluruh program di daerah untuk mewujudkan cita-cita besar NTT Bangkit, NTT Sejatera.

Sebab, tidak ada negara/daerah/wilayah yang bertumbuh dan bergerak maju kalau tidak ada sinergi dalam gerak langkah bersama seluruh elemen terkait.

Menurut VBL, kehadirannya dalam rapat kerja yang dilaksanakan di daerah untuk merekatkan seluruh program kerja dan mendekatkan emosional dengan seluruh pemilik (shareholders) yang ada untuk kita bergerak bersama. Sebab, sehebat apa pun program namun pemilik program tidak bersatu, maka tidak akan berhasil.

“Kabid Otda Biro Pemerintahan Setda NTT Selfi Nange dalam laporannya, mengatakan, maksud dilaksanakannya Raker Gubernur bersama para bupati, camat dan kepala desa/lurah adalah membangun konsistensi dan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat. Sedangkan tujuannya adalah menyampaikan arah kebijakan dan strategi pembangunan NTT 2018-2023, dan membangun kerja sama yang sinergis untuk mewujudkan NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

Hasil yang diharapkan adalah kesamaan pemahaman terhadap arah kebijakan dan strategi pembangunan NTT 2018-2023, sehingga tercipta sikap dan tindakan serta sinergisitas pembangunan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. (eng/D-1)