Kepala OJK Baru Harus Berpikir Out of The Box

berbagi di:
Dewan Komisioner OJK Heru Kristyana (kanan) melantik dan mengambil sumpah Robert Sianipar sebagai Kepala OJK Perwakilan NTT menggantikan Winter Marbun, kemarin. Turun menyaksikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Forkopimda NTT. Foto: VN/NAHOR FATBANU

Dewan Komisioner OJK Heru Kristyana (kanan) melantik dan mengambil sumpah Robert Sianipar sebagai Kepala OJK Perwakilan NTT menggantikan Winter Marbun, kemarin. Turun menyaksikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Forkopimda NTT. Foto: VN/NAHOR FATBANU

 
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) berharap Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan NTT yang baru berpikir out of the box dalam kinerjanya ke depan.

Hal tersebut disampaikan VBL dalam acara pelantikan dan serah terima jabatan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur dari pejabat lama Winter Marbun kepada pejabat baru Robert HP Sianipar di Aston Hotel Kupang, Rabu (5/11).

Viktor berpendapat penanganan terhadap masalah di Provinsi NTT sekiranya harus berbeda dengan provinsi lain karena NTT dinilai tertinggal dalam berbagai aspek.

“Kita miskin gagasan maka dari itu saya mengharapkan semangat dan cara baru dari Pak Robert sebagai pemimpin OJK Provinsi NTT yang baru dalam mengelola NTT ke depan. OJK tidak boleh hanya bergerak dalam program yang ada tapi juga mampu berkerja out of the box, keluar dari kebiasaan-kebiasaan, karena cara mengatasi NTT tentu berbeda, tidak bisa kita samakan dengan provinsi lain.” ujar VBL.

Dalam kesempatan tersebut VBL meminta Kepala OJK Perwakilan NTT yang baru bisa menjadi partner kerja Pemerintah Provinsi NTT. Ia berharap kehadiran OJK dengan semangat yang baru ini dapat mengubah kondisi NTT NTT ke depan.

“Cara mengatasi Provinsi NTT sebagai provinsi dengan predikat ketiga termiskin di Indonesia, dengan indeks pembangunan manusia yang terendah, provinsi dengan persepsi korupsi yang terburuk keempat di Indonesia, dan dengan literasinya yang rendah, haruslah berbeda. Kalau ini tetap terus dibiarkan buruk maka pemimpinnya akan ikut buruk termasuk OJK sendiri. Saya berharap kita bersama-sama keluar dari lingkaran ini,” ujarnya.

Sepakat dengan ungkapan Gubernur NTT tersebut, Dewan Komisioner OJK, Heru Kristyana mengaku siap mengawal perkembangan NTT lewat OJK Provinsi NTT.

“Kami sepakat dengan mimpi dan cita-cita Pak Viktor untuk NTT maka dari itu kami bukan saja akan mengawasi tetapi juga siap melayani. Nantinya OJK tidak hanya bertugas mengawasi tetapi juga sekaligus memberikan pengetahuan soal literasi keuangan kepada masyarakat dengan lebih giat lagi. Dewan Komisioner pun sudah komit, khusus untuk NTT kami akan lakukan evaluasi dan update kinerja OJK terutama soal kredit keuangan per triwulan. Selain itu, kami berusaha agar segala jenis bentuk rentenir dan investasi bodong di NTT lenyap.”

Heru melanjutkan, proses pemilihan Kepala OJK Provinsi NTT yang baru ini dilakukan Dewan Komisioner OJK dengan berbagai pertimbangan sulit. Selain soal rekam jejak di bidang keuangan dan profesionalitasnya, salah satu pertimbangan lain dalam seleksi tersebut adalah penilaian karakter Kepala OJK Provinsi NTT yang nantinya dapat serasi dengan gaya kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Kami sempat bingung, pusing, mencari pengganti Pak Winter. Kita tahu sendiri gaya kepemimpinan Gubernur NTT yang sekarang itu lugas dan kadang bertindak tidak biasa. Maka itu dengan berbagai pertimbangan, kami pilih Pak
Robert yang nantinya bisa menjadi partner kerja yang cocok dengan karakter Gubernur NTT, Pak Viktor ini,” katanya.

Kepala OJK yang baru Robert Sianipar ketika dikonfirmasi VN, mengaku siap memberikan ide dan gagasan segarnya ke depan sementara masih melanjutkan program yang sudah ada sebelumnya pada OJK.

“Saya perlu mempelajari terlebih dahulu sebelum membuat program baru seperti dimaksud Pak Gubernur. Namun saya yakin ke depannya akan memberi lebih banyak ide dan program. Karena itu saya butuh kerja sama dan dukungan juga dari banyak pihak termasuk teman-teman dari media massa.” jawab Robert.

Soal pengawasan jasa investasi di masyarakat dewasa ini, Robert kepada wartawan mengatakan akan lebih mengedukasi masyarakat agar memilih jenis investasi yang legal dan logis.

“Dua hal ini yang nanti akan kami tekankan lagi supaya masyarakat lebih paham mana investasi yang harus dan tidak harus diikuti.” katanya. Robert Sianipar sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengawasan Bank Regional VIII Bali Nusra. (mg-06/S-1)