Kim Jong-un Menangis, Tak Mampu Perbaiki Perekonomian Korut

berbagi di:
Kim Jong-un Menangis, Tak Mampu Perbaiki Perekonomian Korut

 

 

Sosok Kim Jong-un dikenal rakyatnya sebagai pemimpin yang tangguh, tidak takluk pada kehendak Barat. Namun belakangan dia digambarkan sebagai sosok yang rapuh nan melankolis, bahkan menangis melihat perekonomian negara yang morat-marit.

Penggambaran ini ditunjukkan dalam sebuah video propaganda baru Korea Utara, seperti diungkapkan oleh seorang pembelot di Jepang, dikutip dari media Asahi Shimbun, Kamis (30/5). Berdasarkan informasi yang diperoleh pembelot itu dari kontaknya di Pyongyang, video tersebut disebar sebagai bahan edukasi pejabat Partai Pekerja.

Dalam video itu, kata sumber Asahi yang tidak disebut namanya, terlihat Kim berdiri di tepi pantai, memandang nanar ke garis cakrawala. Terlihat, tetes air mata mengalir di pipinya.
Suara narasi lantas memecah kesyahduan. Disebutkan, pemimpin Korea Utara itu tengah galau karena merasa tidak mampu meningkatkan perekonomian negara yang tengah diganjar sanksi internasional tersebut.

Video ini disebut disebarkan pada April lalu, sebelum upaya Kim berdamai dengan Korea Selatan dan mengucapkan janji denuklirisasi.

Menurut sumber Asahi, video ini kemungkinan disebar untuk memberikan pesan bahwa “pejabat partai tidak punya pilihan lain selain mematuhi Kim Jong-un”, terkait rencananya berdamai dengan Korsel dan merangkul Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Bisa jadi keputusan Kim itu ditentang banyak pihak di Korut. Pasalnya, denuklirisasi berarti melucuti kekuatan Korut yang ditakuti banyak pihak.

Dengan memperlihatkan sisi sentimental Kim, kata sumber Asahi, pemerintah Korut ingin agara warga tidak kaget dengan perubahan kebijakan drastis yang akan berlaku usai pertemuan Kim dengan Trump di Singapura 12 Juni mendatang.

Belum ada komentar dari Korut terkait laporan Asahi ini. Namun perekonomian Korut saat ini memang tengah terpuruk akibat hujan sanksi dan embargo Barat terkait program nuklir mereka.
AS telah menjanjikan akan mencabut sanksi membantu perekonomian Korut jika negara itu melucuti senjata nuklirnya. (kumparan.com)