KMP Sanke Palangga Kandas di Perairan Flores

berbagi di:
KMP Sanke Palangga kandas di Perairan Maropokot, Kabupaten Nagekeo setelah berlayar dari Pelabuhan Jampea Tanjung Bira, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (11/1). Foto: Yunus Atabara/VN

KMP Sanke Palangga kandas di Perairan Maropokot, Kabupaten Nagekeo setelah berlayar dari Pelabuhan Jampea Tanjung Bira, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (11/1). Foto: Yunus Atabara/VN

 
Yunus Atabara

Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Sanke Palangga dalam pelayaran dari Pelabuhan Jampea Sulawesi Selatan menuju Maropokot, Kabupaten Nagekeo, menabrak karang dan kandas, Jumat (11/1) sekitar pukul 05.00 Wita.
Sesuai data manifest, kapal tersebut memuat 83 penumpang, terdiri dari 72 penumpang dewasa dan 11 anak-anak. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut tersebut. Kapal menabrak karang di perairan Flores, sekitar 5 mil dari Dermaga Maropokot.

Kepala Kantor SAR Maumere I Putu Sudayana kepada VN, kemarin pagi menyampaikan bahwa sekiatr pukul 05.30 Wita Tim SAR mendapat laporan dari pihak ASDP tentang kandasnya kapal tersebut.

Selanjutnya, pukul 06.15 Wita Tim SAR bersama tim gabungan, satu personel TNI AL dari Posal Mbay, personel KP3 Laut Maropokot, staf ASDP di Maropokot, dan dua staf Syahbandar Maropokot bergerak menuju lokasi kandasnya KMP Sanke Palangga.Seluruh penumpang dievakuasi menggunakan KM Hidayatullah ke pelabuhan Maropokot di Mbay.

“Kita menerima laporan sekitar pukul 05.30 Wita dari pihak ASDP Maropokot. Pukul 06.15 Wita tim SAR gabungan langsung bergerak menuju titik kandasnya KMP Sanke Palangga untuk melakukan evakuasi terhadap penumpang. Seluruh penumpang berjumlah 83 orang dan kru bersama ABK sebanyak 28 orang. Semuanya selamat,” kata Sudayana.

Penumpang dari KMP Sanke Palangga dievakuasi ke KM Hidayatullah oleh tim SAR Maumere dibantu personel Lanal Maumere dan KP3 Laut Maropokot serta Syahbandar Maropokot, Jumat (11/1). Foto: Yunus Atabara/VN
Penumpang dari KMP Sanke Palangga dievakuasi ke KM Hidayatullah oleh tim SAR Maumere dibantu personel Lanal Maumere dan KP3 Laut Maropokot serta Syahbandar Maropokot, Jumat (11/1). Foto: Yunus Atabara/VN

Berdasarkan dokumen pelayaran KMP Sanke Palangga, lanjut Sudayana, kapal tersebut bertolak dari Pelabuhan Jampea, Provinsi Sulawesi Selatan pada pukul 03.30 Wita menuju Pelabuhan Maropokot Mbay, Kabupaten Nagekeo. Setelah sekitar dua jam pelayaran, kapal tersebut kandas di atas karang, sekitar 5 mil laut dari Pelabuhan Maropokot.

Proses evakuasi, menurut Sudayana, berlangsung hingga pukul 10.00 Wita. Seluruh proses berjalan lancar. Semua penumpang dan barang bawaannya berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Maropokot menggunakan KM Hidayatullah.
Rencananya lanjut Sudayana, sekitar pukul 15.00 Wita pada saat air pasang, KMP Sanke Palangga akan melakukan olah gerak, yang akan dibantu oleh KM Hidayatullah.

Sudayana mengimbau seluruh masyarakat, nelayan dan perusahaan pelayaran agar selalu memperhatikan faktor cuaca dengan mengupdate data prakiraan cuaca dari BMKG, dan mempersiapkan peralatan komunikasi dan peralatan keselamatan dalam setiap pelayaran.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun VN, menyebutkan rute penyeberangan KMP Sanke Palangga dari Pelabuhan Tanjung Bira, Jampea dan selanjutnya Pelabuhan Marpokot Mbay, Kabupaten Nagekeko. Selain 83 penumpang dan 28 awak kapal terdiri dari nahkoda dan ABK. Kapal juga memuat beras sebanyak 40 ton, barang campuran kurang lebih 20 ton, serta kendaraan roda dua sebanyak 11 unit.

Danlanal Maumere Letkol Marinir Sumantri kepada VN, membenarkan, adanya kapal kandas sekitar 5 mil laut dari pelabuhan Marpokot Mbay. Atas peristiwa itu, pihaknya mengirim anggota Lanal yang bertugas di Posal Mbay menggunakan perahu karet agar bergabung dengan tim lainnya untuk membantu mengevakuasi penumpang.

“Kita sudah mengirim personel dari Posal Mbay menggunakan perahu karet bergabung dengan tim lainnya untuk melakukan evakuasi penumpang. Evakuasi berlangsung lancar dan aman serta seluruh penumpang dan ABK selamat,” pungkas Danlanal Maumere. (nus/R-4)