Komunitas Tani Organik Dorong Ekonomi Jemaat

berbagi di:
Ketua Majelis Jemaat Bet'El Maulafa Pdt. Lorry Victorya Lena Foeh (kanan) menyerahkan tanaman organik kepada Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore kaetika pembukaan Pameran Expo Pangan Organik di halaman Gereja Bet'El, Senin (6/8). Foto: Yes Balle/VN

Ketua Majelis Jemaat Bet’El Maulafa Pdt. Lorry Victorya Lena Foeh (kanan) menyerahkan tanaman organik kepada Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore kaetika pembukaan Pameran Expo Pangan Organik di halaman Gereja Bet’El, Senin (6/8). Foto: Yes Balle/VN

 

Yes Balle

Komunitas kelompok tani organik Kota Kupang menggelar pameran pangan organik di Gereja Bet’El Maulafa, Senin (6/8). Pameran yang berlangsung di GMIT Jemaat Betel Maulafa ini mengambil tema Jadikan Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia sebagai tonggak perubahan pola konsumsi pangan organik.

Turut hadir, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, Camat Maulafa Lodywik Djungu Lape, dan Lurah Maulafa Yanto E Sapay, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Kupang Orson Nawa serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Clementina RN Soengkono. Sementara yang mewakili Sinode GMIT Pdt Emil Hauteas.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore mengatakan, komunitas tani yang dimulai dari gereja merupakan kegiatan luar biasa untuk mendorong ekonomi jemaat dan mendukung Pemerintah Kota Kupang dalam membantu petani memasarkan kebutuhan pangan di hotel, restoran dan pasar.

Jefri mengatakan, kegiatan ini bermanfaat untuk memperkenalkan cara dan pola memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman organik yang bisa dikonsumsi keluarga juga bisa menjadi sumber pendapatan keluarga.

“Perlu adanya kreativitas dan kelanjutan. Sangat diharapkan agar bisa meningkatkan produktivitas agar bisa mengembangkan tanaman organik ini,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Organik Kota Kupang Pdt Lorine Lena-Foeh, mengatakan, dengan pameran pangan organik ini, komunitas tani membuktikan bahwa Kota Kupang bukan tanah yang kering dan tidak bisa dikelola.

“Kami sudah ada ratusan kelompok tani, tetapi yang aktif ada 70 kelompok tani. Komunitas tani memang baru mulai, tetapi kami bertekad untuk menjadikan makanan organik sebagai makanan yang selalu dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Pendeta Lorine mengatakan, komunitas pangan organik awalnya memang terdiri dari kaum perempuan, tetapi sekarang sudah mulai berkembang dan banyak kelompok tani dari kaum bapak.

“Ini merupakan suatu kemajuan bagi kelompok tani. Kami tidak ingin datang ke pemerintah dan membawa proposal untuk meminta bantuan, tetapi kami hanya meminta dukungan agar kelompok pangan organik terus berkembang dan bisa ada di semua wilayah,” ujarnya.

Menurutnya, kampanye makanan organik sangat bermanfaat agar masyarakat bisa mendapatkan makanan sehat bagi keluarga.

Anggota DPRD Kota Kupang Padron Paulus menyambut baik kegiatan pameran bahan pangan lokal berbasis pertanian organik. Hal ini menunjukkan bahwa kelompok tani organik Kota Kupang sangat memahami dan mengerti karakter dan struktur tanah serta masyarakat yang ingin mengolah lahannya menjadi produktif.

Kegiatan ini perlu dukungan Pemerintah Kota Kupang melalui instansi teknis yang ada. Paling tidak kerja sama dengan kelompok tani organik ini, sehingga bisa menyebar di Kota Kupang.

“Ini hal yang sangat baik dan patut mendapat dukungan semua elemen masyarakat terlebih lagi Pemerintah Kota Kupang. Karena ini awal bagi upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan lahan di rumah masing-masing. Dukungan Pemkot Kupang sangat penting,” kata Padron Paulus. (E-1/bev)