Koperasi Polisi Salurkan 25 Ton Gula Murah untuk Warga Perbatasan

berbagi di:

Berchmans Nahak  

 

 

Induk Koperasi Polri (Inkoppol) menyalurkan 25 ton gula murah kepada warga perbatasan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Distribusi gula murah dilakukan dalam operasi pasar gula di Lapangan Umum Atambua Kecamatan Kota dan Lapangan Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur. Kepala Divisi Perdagangan dan Pergudangab Inkopol, Irjen (Purn) Mudji Waluyo mengatakan operasi pasar gula murah untuk menjaga stabilitas harga gula bagi masyarakat.

“Kita bisa dapatkan gula di Jakarta dengan arga Rp 12. 500, di perbatasan juga bisa dapatkan gula dengan harga Rp 12. 500. Jadi sama harganya,” kata Mudji di sela-sela operasi pasar gula, (Rabu/17).

Menurutnya, menjelang hari raya keagamaan harga gula cenderung melonjak. Berdasarkan evaluasi stabilitas harga barang kebutuhan pokok cenderung naik, khususnya di daerah-daerah yang tidak terjangkau. Harga barang seperti gula biasanya naik. Itulah sebabnya, Inkoppol hadir untuk melihat secara langsung harga barang kebutuhan pokok di daerah perbatasan. Ternyata kondisi yang ditemukan, harga gula mengalami kenaikan dari Rp 17. 000 hingga Rp 18. 000. Padahal gula sesuai harga standar pemerintah hanya sebesar Rp 12.500 per kilogram. Muji merasa bangga ketika bertemu dengan warga perbatasan.

“Dari wajah pemuka dan masyarakatnya tampak berbinar-binar. Karena apa, yang jelas masyarakat mendapat keuntungan. Dari operasi pasar ini masyarakat peroleh keuntungan sebesar Rp Rp 4.500 per kilogram,” jelasnya.

Operasi pasar ini, lanjutnya, diharapkan bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gula menjelang hari raya. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Belu, Yeremias Kali Taek mengatakan perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan dan Inkoppol menjadi motivasi bagi semua elemen di daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.

Ia mengakui, harga bahan kebutuhan pokok seperti gula cenderung naik menjelang hari raya. Menurutnya, perhatian dan kepedulian pemerintah pusat kepada warga perbatasan di Kabupaten Belu menjadi motivasi untuk bekerja keras dalam meningkatkan kesejahteraan serta menyadarkan warga perbatasan untuk mencintai NKRI.

“Kami merasa tetap menjadi bagian dari NKRI. NKRI harga mati,” kata Yeremias dalam sambutannya sebelum dimulainya operasi gelar pasar gula di Pasar Senggol Lapangan Umum Atambua.