Korut dan Korsel Bertemu demi Olimpiade

berbagi di:
olimpiade

 

 

Korea¬†Utara dan Korea Selatan sepakat mengadakan dialog resmi pertama mereka dalam lebih dari dua tahun. Pertemuan superpenting dan langka itu diharapkan bisa membahas partisipasi Pyongyang dalam Olimpiade Musim Dingin pada bulan depan di ‘Negeri Ginseng’.

Delegasi Korea Utara (Korut) untuk pertemuan tinggi yang direncanakan berlangsung pada Selasa (9/1) di perbatasan desa gencatan senjata, Panmunjom, akan dipimpin Ri Son-gwon. Ri ialah kepala lembaga Korut yang menangani urusan antar-Korea.

Pyongyang juga menginformasikan kepada Korsel bahwa ada empat pejabat lain yang akan mendampingi Ri, termasuk yang bertanggung jawab atas urusan olahraga.

Pembaruan tentatif itu terjadi setelah sebelumnya pemimpin Korut Kim Jong-un memperingatkan dalam pidato Tahun Baru bahwa dirinya memiliki tombol nuklir di mejanya. Namun, ia juga menyatakan Pyongyang bisa mengirim tim ke Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang.

Seoul lalu menanggapi keinginan Kim tersebut dengan tawaran pembicaraan dan pekan lalu hotline di antara kedua negara bertetangga itu dipulihkan setelah diskors selama hampir dua tahun.

Pesan itu disampaikan sehari setelah ‘Negeri Ginseng’ menyarankan Menteri Unifikasi Cho Myoung-gyon untuk memimpin delegasi ke perundingan.

Dalam pidato Tahun Baru itu Kim mengatakan negara-nya mengharapkan Olimpiade yang akan diselenggarakan pada 9-25 Februari berlangsung sukses. Seoul dan Wa-shington (AS) pun telah memutuskan menunda latihan militer gabungan tahunan mereka. Latihan gabungan yang selalu membuat marah Korut tersebut ditunda sampai Olimpiade usai.

Perkembangan positif itu turut disambut hangat oleh PM Jepang Shinzo Abe. “Olimpiade adalah perayaan perdamaian. Saya ingin mengakui perubahan itu,” kata Abe dalam sebuah wawancara yang disiarkan kemarin di saluran pemerintah NHK.

Namun, Abe yang selama ini bersikap keras terhadap Korut juga mengatakan Jepang harus meningkatkan kapasitas pertahanan untuk menghadapi ancaman rudal ‘Negeri Juche’.

Pada bagian lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya terbuka untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan Kim Jong-un dengan syarat-syarat tertentu. Itu sebagai upaya menyuarakan harapan untuk membantu mengurangi krisis nuklir Pyongyang.(AFP/Hym/X-5)

Sumber: Media Indonesia