KPU dan Paslon Bahas Sistem Kampanye Media

berbagi di:
ilustrasi pilkada

 

Polce Siga

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT bersama tim pemenangan dari empat pasangan calon (paslon) Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023, Jumat (8/6) petang, membahas sistem dan materi kampanye di media massa yang dilaksanakan di Kantor KPU Provinsi NTT.

Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam pertemuan itu adalah keempat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang akan membuat sendiri materi kampanyenya.

Selain itu, materi kampanye hanya satu model saja dan tidak bisa diganti-ganti. Materi tersebut akan dimuat di tiga media cetak terbesar di NTT yaitu Harian Umum Pos Kupang, Harian Pagi Timor Express (Timex), dan Harian Umum Victory News (VN). Selain itu juga akan disiarkan lewat RRI Stasiun Kupang.

Disaksikan VN, dalam rapat yang dihadiri perwakilan Pos Kupang, Timex, Victory News, dan RR tersebut, disepakati pula bahwa kampanye media belangsung selama 14 hari penuh yaitu sejak Minggu (106/) hingga Sabtu (23/6) atau selama 14 hari, termasuk hari libur.

Anggota KPU NTT, Yosafat Koli mengatakan, KPU NTT telah bersepakat dengan empat media tersebut agar tetap menayangkan kampanye selama 14 hari tersebut, termasuk pada hari libur. “Kalau hari libur tanggal 15 dan 16 itu kita sudah sepakat tetap tayang atau terbit dengan sistem edisi khusus. Nanti materi iklan akan diterbitkan pada halaman 3 dan 6,” katanya.

Ia mengatakan, sedangkan pada hari lainnya iklan kampanye diterbitkan seperti biasa yaitu pada halaman 17 dan halaman 20. Iklan kampanye diterbitkan pada halaman warna dengan ukuran setengah halaman untuk setiap pasangan calon.

“Hari biasa nanti akan diterbitkan pada halaman warna yakni halaman 17 dan 20 untuk Pos Kupang dan Victory News, sedangkan Timor Express akan terbit pada halaman 17 dan 24,” ujar Yosafat.

Perwakilan dari Timor Express, Yula Manafe mengatakan, media cetak hanya menerima materi kampanye dari KPU NTT. Prinsipnya, media hanya menerbitkan materi kampanye yang telah disiapkan dan tidak mengubahnya.

“Sesuai kesepakatan, materi kampanye kami peroleh dari KPU NTT dan kami tidak berhak untuk mengubahnya. Kami juga sudah bersepakat kalau hari libur tetap terbit dengan edisi khusus,” katanya.

Sedangkan perwakilan pasangan calon, Nus Turwewi mengatakan, pihaknya menyiapkan materi kampanye dan menyerahkannya ke KPU NTT. Pasangan calon, lanjutnya, tidak mencampuri urusan teknis dan sistem penerbitan di media cetak maupun penayangan di radio (RRI).

“Kami dari pasangan calon hanya menyiapkan materi dan serahkan kepada KPU NTT, selanjutnya KPU yang menyerahkan ke media. Kami hanya mau ada keadilan dan porsi yang sama dari setiap pasangan calon,” katanya.

Sebelumnya Ketua KPU Provinsi NTT Maryanti Luturmas Adoe melalui Juru Bicara KPU Yosafat Koli mengatakan bahwa hanya ada tiga media cetak dan satu radio yang ditunjuk secara resmi oleh KPU untuk menayangkan visi-misi empat paslon gubernur-wagub. Tiga media cetak tersebut adalah Pos Kupang, Timor Ekspres dan Victory News. Sementara radio adalah RRI Kupang.

“Hanya tiga media cetak dan satu radio yang resmi ditunjuk oleh KPU NTT dalam hal kampanye media. Jika ada media lain melakukan kampanye itu bukan tanggung jawab kami, namun akan berurusan langsung dengan Bawaslu dari aspek pengawasan,” tegas Yosafat.

KPU NTT, kata Yosafat, sangat mengharapkan agar visi dan misi para pasangan calon harus jelas dan tepat sehingga dapat dipahami secara baik oleh masyarakat NTT.

KPU NTT, tambahnya, juga mengimbau kepada Bawaslu NTT dan Panwas kabupaten/kota di NTT agar secara detail mengawasi seluruh kegiatan kampanye di media sosial. “Jika memang salah harus ditindak tegas sehingga seluruh kegiatan pilgub dan pilkada di sepuluh kabupaten berjalan dengan lancar dan aman,” pungkas Yosafat. (pol/ntt.kpu.go.id/R-4)