KSOP Ende Tetap Tarik Pungutan Wajib

berbagi di:
KMP Sirung tertahan di Pelabuhan Ippi, Ende, sejak Sabtu (3/11) karena ketiadaan solar. Pihak Pertamina meminta bukti pembayaran sebelum mengisi solar di kapal. Sampai Minggu (4/11) kemarin, kapal belum berlayar menuju Kupang. Foto: Son Bara/VN

KMP Sirung tertahan di Pelabuhan Ippi, Ende, sejak Sabtu (3/11) karena ketiadaan solar. Pihak Pertamina meminta bukti pembayaran sebelum mengisi solar di kapal. Sampai Minggu (4/11) kemarin, kapal belum berlayar menuju Kupang. Foto: Son Bara/VN

 

 

Empat hari KMP Sirung sandar di Pelabuhan Ippi Ende akibat ketiadaan solar untuk melanjutkan penyebrangan menuju Kupang, KMP Sirung tetap dikenakan pungutan wajib di pelabuhan sesuai PP Nomor 15 Tahun 2016. Pungutan wajib yang dikenakan berupa pungutan uang labuh kapal, uang rambu atau jasa navigasi, dan jasa tambat. Pungutan resmi tersebut dihitung sesuai lamanya kapal berada di pelabuhan.

Demikian penjelasan pejabat operasiolan PT Pelindo Ende, Dani kepada VN di kantornya, kemarin.

“Kita tetap menarik biaya sesuai ketentuan peraturan bagi kapal apa saja yang menggunakan jasa pelabuhan. Begitu juga untuk KMP Sirung, diberlakukan hal yang sama. Biaya yang ditagih sesuai dengan bobot kapal atau gross ton (GT) dan dihitung per ton per hari,” jelasnya.

Beberapa staf di kantor KSOP Ende yang ditemui kemarin, menyampaikan hal yang sama berkaitan dengan pungutan yang dikenakan kepada kapal yang menggunakan jasa pelabuhan.

“Tidak etis kami memberikan keterangan karena mestinya ini ranah pimpinan. Untuk KSOP sendiri tetap menarik pungutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sesuai PP 15 Tahun 2016. Untuk KMP Sirung juga dipungut uang labuh kapal sebesar 76.000 x 1029 GT per hari. Pungutan lain berupa uang rambu atau jasa navigasi sebesar 250 x 1029 GT. Ini ketentuan wajib yang diberlakukan bagi semua kapal yang menggunakan jasa pelabuhan. Kita di KSOP tidak menarik pungutan di luar ketentuan,” ungkap staf KSOP yang enggan ditulis namanya di koran.

Data yang dihimpun VN dari KSOP Ende maupun PT Pelindo Ende, menyebutkan, untuk setiap kapal yang menggunakan jasa pelabuhan KSOP menarik pungutan sesuai PP 15/2016. Uang labuh kapal KMP Sirung dikenakan Rp 76.000 x 1029 GT yakni Rp 78.204 sekali sandar. Karena selama beberapa hari kapal tersebut sandar, maka dipungut biaya sebesar Rp 234.612. Sedangkan untuk jasa navigasi hanya sekali saja dipungut saat kapal sandar kepelabuhan, yakni 250.000. Sementara itu, biaya yang wajib dibayar KMP Sirung kepada Pelindo sebesar Rp 55.000 untuk sekali sandar. (mg-02/mg-15/H-2)