Kunjungan Wisatawan Ke Labuan Bajo Meningkat

berbagi di:
Tarian Rangkuk Alu dibawakan oleh salah satu sangar Budaya di Desa Liang Ndara. Foto: Gerasimos Satria/VN

Tarian Rangkuk Alu dibawakan oleh salah satu sangar Budaya di Desa Liang Ndara. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

 

Gerasimos Satria

Kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur tahun 2018 meningkat. Jumlah wisatawan sejak Januari-November mencapai 157.516 wisatawan dengan realisasi Pendapat Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 7 miliar Lebih.

“Jumlah wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo tahun 2017 lalu hanya berjumlah 111.242 wisatawan, dengan realisasi PAD hanya mencapai Rp 4 miliar. Tahun 2018 jumlah kunjungan naik dratis, PAD diprediksi mencapai Rp 8 miliar,” ujar Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mabar, Theresia P Asmon, Selasa (11/12) siang.

Ia menjelaskan wisatawan mancanegara berjumlah 88.764, wisatawan nusantara 66.633 dan wisatawan lokal berjumlah 2.119 orang. Wisatawan tersebut berkunjung ke obyek wisata dalam kawasan Taman Nasional Komodo dan obyek wisatawan lainnya yang berada di Labuan Bajo seperti obyek wisata Batu Cermin, Rangko, air terjun Cunca Wulang, air terjun Cunca Rami dan obyek wisata Istana Ular. Selain itu wisatawan juga mengunjungi pementasan budaya Manggarai di Desa Liang Ndara.

Ia menargetkan tahun 2019 mendatang jumlah kunjungan wisatawan Labuan Bajo meningkat dengan target PAD mencapai Rp 20 miliar. Untuk mencapai target kunjungan itu, pihaknya akan meminta dukungan sejumlah pihak seperti HPI, Asita dan DPRD Mabar untuk menunjang kemajuan pariwisata di Labuan Bajo. Selain itu penataan obyek wisata di Labuan Bajo akan terus dilakukan serta berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk perbaikan infrastruktur jalan ke obyek wisata.

“Rata-rata wisatawan yang ke kawasan TNK pasti akan berkunjung ke obyek wisata di Labuan Bajo dan daerah sekitar. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan dipastikan akan meningkat pendapatan ekonomi masyarakat sekitar obyek wisata,” tutur Ney Asmon.

Pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Mateus Siagian mengapresiasi meningkatnya kunjungan wisatawan di Labuan Bajo. Namun, ia mengaku ada hal penting yang perlu diatasi yakni sampah dan air bersih. Ia berharap di tahun 2019, masalah ini bisa segera diselesaikan. Sementara, terkait wacana kenaikan tarif masuk kedalam kawasan TNK, ia meminta pemerintah mendiskusikan wacana tersebut dengan stakeholder agar kemudian tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo. (bev/ol)