Kupang Ethnic Festival Community Siap Gelar Aneka Kegiatan

berbagi di:
foto-hal-15-foto-master-komunitas

Koordinator Kupang Ethnic Festival Community Maria Magdalena Detaq (Marlen) dan Malisye Christin Sjioen (Malisye) menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat Festival Kupang Coklat Hijau (Kupang Green Chocolate Festival) di Bundaran PU, Kota Kupang, Rabu (6/3) lalu.

 

Pascal Seran

Kupang Ethnic Festival Community atau juga dikenal dengan nama Kupang Festival Komunitas siap menggelar aneka kegiatan di Tahun 2019. Semua kegiatan yang akan digelar komunitas yang digagas Maria Magdalena Detaq (Marlen) dan Malisye Christin Sjioen (Malisye) itu bertujuan mengkoordinasi semua pemangku kepentingan untuk mendukung Pariwisata dan program kerja Gubernur NTT lainnya.

Sejumlah kegiatan yang akan digelar oleh Ethnic Festival Community pada tahun ini antara lain, Festival Kupang Coklat Hijau (Kupang Green Chocolate Festival), Gebyar Pemilu Damai Kupang Karnival, Tenun Fashion Kupang Karnival, Kupang Meting Laut Festival, Festival Natal 1000 Anak Berkat (Baby Christmas Festival).

Koordinator Kupang Ethnic Festival Community Maria Magdalena Detaq menjelaskan, semua kegiatan itu digelar dengan menghimpun berbagai unsur dengan menghilangkan semua ego sektoral dari unsur-unsur good governance di antara semua Instansi Vertikal, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang, dari unsur Pemerintah, TNI/pOLRI, NGO dan masyarakat yang diwakili oleh kelompok Etnis dan Agama (Etno Religius) sebagai sebuah kekayaan lokal dengan Jargon ‘Prestisius Kupang’ dalam membangun pariwisata Kota Kupang yang adalah wilayah transit pariwisata di NTT.

Terkait kegiatan yang akan digelar dalam tahun ini, Marlen menjelaskan, salah satu kegiatan yang sudah sukses digelar adalah Festival Kupang Coklat Hijau (Kupang Green Chocolate Festival) pada Rabu (6/3) lalu.
Kegiatan itu, jelas dia, merupakan prosesi menanam massal 6.319 anakan kelor, flamboyan, dan beringin yang mulai dilaksanakan sejak 10 Januari 2019 saat hari Gerakan Sejuta Pohon Se-Dunia dan Puncaknya aksi penanaman pohon di DAS Liliba (Tepat di kiri-kanan Jembatan Liliba), promosi produk coklat kelor dan Ritual Penyucian Alam (Tawur Kesange) oleh Pandita PHDI yang dirangkai dengan arak-arakan ogoh-ogoh dan kolaborasi tari-tarian massal, menjelang Hari Raya Nyepi lalu.

“Selain Ogoh-ogoh ada juga Barongsai (Toko NAM), Reog Ponorogo (K2S), Tari Pendet dan Tarian Sakral Rejang Renteng (WHDI) sebagai sebuah kolaborasi dalam Festival Eco-Etno Religius yang dilaksanakan satu hari sebelum hari raya Nyepi,” tegas Marlen.

Koordinator Kupang Ethnic Festival Community lainnya, Malisye Christin Sjioen menambahkan, Gebyar Pemilu Damai Kupang Karnival, merupakan bagian dari peran semua pemangku kepentingan, yaitu pemerintah selaku penyelenggara Pemilu, para kontestan Pemilu, pengawas dan pemantau Pemilu yang terdaftar di KPUD dan Panwas. Tujuannya melakukan pendidikan politik bagi masyarakat pemilih dengan menitikberatkan pada partisipasi semua stakeholders agar Pemilu 2019 berjalan sukses, aman, lancar, tertib, dan damai.

Sementara Tenun Fashion Kupang Karnival, kata Malisye, merupakan karnaval pakaian ethnic tenunan ikat NTT yang akan diikuti konstestan lain yang diundang dari Kabupaten Kebumen, Banyuwangi, Jember, dan Bitung; serta atraksi drumband dari semua sekolah/perguruan tinggi di NTT.

Kegiatan selanjutnya, kata Malisye, adalah Kupang Meting Laut Festival.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari olahraga pantai (Voli Pantai), olahraga laut (Snorkling dan Diving), Sosialisasi Kebersihan Pantai dan Laut, Prosesi Perahu Nelayan dari Pantai Koepan (LLBK). Rencananya sampai ke Lantamal VII Kupang dan Atraksi Ritual di darat dari K2S,” tegasnya.

Sementara Festival Natal 5.000 Anak Berkat (Baby Christmas Festival) bertepatan dengan Hari Anti Korupsi dengan tujuan mendukung kebersihan dan kejujuran karakter pada anak. “Kalau tahun lalu kita sukses gelar kegiatan yang sama tetapi 1.000 Anak Berkat dengan menggandeng HUT TNI Angkatan Darat. Tahun ini kita gandeng Hari Anti Korupsi dengan nama 5.000 Anak Berkat,” jelasnya.

Dia berharap, semua kegiatan itu diikuti oleh masyarakat demi mendukung pariwisata Kota Kupang dan Program Gubernur NTT. (cal/C-1)