KUR Bisa Dorong Lahirnya Wirausahawan Peternakan

berbagi di:
Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menyerahkan secara simbolis dana KUR peternakan kepada perwakilan nasabah UMKM BRI Cabang Waingapu di kantor Cabang Bank BRI Waingapu, Sabtu (9/2). Foto: Frangky Johannis/VN

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat foto bersama usai menyerahkan KUR Peternakan kepada sejumlah UMKM penerima, saat peluncuran dan video conference dengan Menko Perekonomian Darmin Nasution, di kantor Cabang Bank BRI Waingapu, Sabtu (9/2). Foto: Frangky Johannis/VN

 
Frangky Johannis

Bupati Sumba Timur berharap Kredit Usaha Rakyat (KUR) Peternakan mendorong lahirnya wirausahawan di sektor peternakan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Sumba Timur.

Hal itu disampaikan dalam Launching KUR Peternakan Rakyat dan Video Conference dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, bertempat di lapangan tenis kantor BRI Cabang Waingapu, Sabtu (9/2).

Atas nama masyarakat Kabupaten Sumba Timur, ia menyampaikan terima kasih yang kepada Presiden RI Joko Widodo atas kebijakannya pemberian KUR kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sumba Timur, yang telah berjalan sejak tahun 2007 lalu.

Menurutnya, bagi masyarakat Sumba Timur, ternak merupakan bagian dari budaya, punya potensi tinggi, tidak saja untuk dijual dan membantu perekonomian rumah tangga, akan tetapi juga merupakan jati diri dan harga diri.

“Pemerintah daerah sangat mendukung program ini karena sesungguhnya Pulau Sumba ini adalah Pulau Ternak dan bagi masyarakat Sumba, memelihara ternak bukan permasalahan karena ternak sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” katanya.

Tingkat pendapatan perkapita penduduk Sumba Timur memang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun, masih ada kesenjangan antara orang berpendapatan besar

“Kondisi sebagian besar masyarakat Sumba Timur masih berada dalam kategori kurang mampu, sehingga dengan hadirnya KUR ini dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usahanya di bidang pertanian dan peternakan untuk meningkatkan perekonomian keluarga,” katanya.

Gidion mengakui populasi ternak di Sumba Timur berkurang seiring perjalanan waktu. Namun pemerintah daerah telah mengeluarkan aturan untuk tidak membawa ternak betina produktif keluar Pulau Sumba, agar menjaga populasi ternak di wilayah ini.

“Lahan penggembalaan yang luasnya 66 persen dari luas wilayah Kabupaten Sumba Timur ditumbuhi sekitar 33 jenis rumput alam, yang 17 jenis di antaranya mempunyai kandungan nutrisi yang sangat baik sebagai pakan ternak. Hal ini merupakan modal utama pengembangan ternak di wilayah ini,” katanya.

Gidion juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak bank sebagai penyalur KUR, khususnya Bank BRI, Bank NTT, Bank BNI, dan Bank Mandiri Cabang Waingapu.

Gidion berharap bank dapat membantu para peternak dalam menyelesaikan persyaratan-persyaratan seperti NPWP dan dokumen pendukung lainnya dalam proses pengajuan KUR, hal ini mengingat tidak semua peternak mampu dan memiliki pengetahuan terhadap KUR ini, sehingga pembiayaannya tidak akan memberatkan para peternak sebagai penerima manfaat.

Sekretaris Komite Kebijakan Pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Iskandar Simorangkir, yang juga Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam laporan tertulisnya menjelaskan, Program KUR ini terus dibenahi, tidak hanya untuk memperluas akses pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, tapi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Ia mengatakan, skema KUR Peternakan Rakyat yang ditetapkan pemerintah telah terbukti membantu peternak dalam mengakses pembiayaan untuk membantu permodalan. Tercatat dari tahun 2015-2018 KUR Peternakan sudah tersalurkan kepada 687.897 debitur dengan total plafon sebesar Rp 14,4 Triliun.

Untuk Provinsi NTT, tulis dia, sejak tahun 2015 hingga 2018, KUR sudah tersalurkan kepada 167.789 debitur dengan plafon Rp 4,34 Triliun, dan khusus untuk sektor peternakan pada periode 2015-2018 KUR Peternakan Rakyat sudah tersalurkan kepada 13.507 debitur dengan total plafon sebesar Rp 246,8 Miliar.

Iskandar mengatakan, Sabtu (9/2), serentak di enam kabupaten di Indonesia, diserahkan penyerahan KUR Peternakan Rakyat. Penyerahan ini merupakan momentum yang baik dalam mengoptimalisasi penyaluran KUR Peternakan Rakyat, khususnya di Kabupaten Sumba Timur yang memiliki jumlah peternak cukup banyak dan wilayah peternakan yang sangat luas. Total penyaluran KUR Peternakan Rakyat yang disalurkan hari ini adalah sebesar Rp 21,29 Miliar kepada 205 debitur dengan rincian Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur Rp 1,7 Miliar kepada 15 debitur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah Rp 1,6 Miliar kepada 12 debitur, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Rp 12,98 Miliar kepada 150 debitur, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung sebesar Rp 1,9 Miliar kepada 12 debitur, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan Rp 725 juta kepada tiga debitur, serta Kabupaten Sumba Timur Rp 2,2 Miliar kepada 13 debitur.

Selain penyaluran KUR Peternakan Rakyat di enam kabupaten tersebut, kata dia, dilakukan pula penyerahan CSR dan Asuransi Ternak. Bentuk CSR dari pemberi KUR, penjamin KUR dan pemerintah daerah adalah alat pencacah ternak, instalasi biogas, hand traktor, alat penampung susu, serta alat penunjang peternakan lainnya sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

Ditambahkan Iskandar, pemerintah akan terus berkomitmen dalam membantu perkembangan kinerja UMKM tidak hanya melalui program-program prioritas, namun juga dengan infrastruktur yang memadai. Dengan penyaluran ini diharapkan dapat mengoptimalkan kinerja UMKM, sehingga dapat berimplikasi positif pada pertumbuhan ekonomi, perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM), dan kesejahteraan ekonomi dalam jangka panjang. (enq/E-1)