Lebu Raya Minta Rakyat Nilai Kepemimpinannya

berbagi di:
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya.

 

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengakui banyak hal yang belum ia lakukan hingga tuntas. Namunm ia mengatakan masyarakat bisa menilai bukti kepemimpinan selama dua periode (10 tahun) memimpin Provinsi NTT.

Penegasan tersebut dikemukakan Lebu Raya ketika melantik 10 pejabat tinggi pratama (eselon II dan III) lingkup Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTT, Jumat (8/6) pagi.

Acara pelantik dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dilaksanakan di Aula Fernandez, Lantai IV Kantor Gubernur NTT. Hadir Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, Sekda NTT Ben Polo Maing, Forkopimda, para pimpinan OPD Pemprov, termasuk Kepala Biro Humas Semuel Pakerang.

Ia mengakui kepemimpinannya sudah hampir selesai dan diganti dengan pemimpin yang baru. Karena itu, ia masih tetap mempunyai tanggung jawab untuk menyiapkan pimpinan dinas atau badan yang bisa bekerja bersama gubernur terpilih nanti untuk periode 2018-023. Masih banyak tugas yang harus terus diperjuangkan di antaranya masalah perbatasan.

“Kita Provinsi NTT adalah provinsi kepulauan, secara de fakto ya, namun secara de yure masih banyak tugas karenanya saya ingatkan kepada pemimpin baru untuk tetap memperhatikan dan memperjuangkan ini,” harapnya.

Kepada ke-10 pejabat yang dilantik, Lebu Raya mengatakan dengan adanya Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) mekanisme pelantikan menjadi panjang. Setelah tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) menyelesaikan tugasnya untuk mengkaji nama-nama pejabat, selanjutnya diberikan kepada tim evaluasi kinerja. Setelah disepakati baru diusulkan ke Menteri Dalam Negeri.

“Setelah itu Mendagri memberikan rekomendasi baru bisa ditetapkan. Jadi prosesnya menjadi lambat. Kita berharap awal tahun sudah ada pelantikan tapi ternyata prosesnya lama,” kata Lebu Raya.

Selain ucapan proficiat dan selamat bertugas kepada para pejabat yang dilantik, Lebu Raya meminta 10 pejabat yang dilantik untuk bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) masing-masing.

“Kepada saudara-saudara yang telah dilantik selamat bekerja dengan mengetahui tupoksinya, laksanakan dengan dengan penuh tanggung jawab, kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Lebu Raya menjadi Gubernur NTT pada periode 2008-2013 dan 2013-2018. Sedangkan pada periode 2003-2008, ia menjadi Wakil Gubernur mendampingi Gubernur Piet Alexander Tallo.
Dan pada Maret 2018 Gubernur Frans Lebu Raya melantik 176 pejabat lingkup Setda Provinsi NTT. Ke-176 pejabat tersebut dilantik untuk jabatan eselon III dan IV. Jumlah pejabat eselon III yang dilantik sebanyak 55 orang dan eselon IV sebanyak 121 orang.
Mendapat Protes
Sementara itu, salah seorang pejabat yang mengikuti seleksi Lelang Jabatan 10 posisi di Pemprov NTT, mengaku kecewa dengan cara Pemprov NTT melakukan seleksi lelang jabatan.

“(ASN Pemprov NTT) tidak ada gunanya bekerja dengan baik. Toh seleksi (lelang jabatan tidak fair karena sudah diatur. Ini akan menjadi presden buruk di kemudian hari,” ungkapnya kepada VN, dan meminta namanya tidak dikorankan.

Menurutnya, ada keganjilan dalam seleksi karena sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN yang disahkan 7 April 2017 lalu, seleksi untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau setara eselon II, ketentuan batas usia paling tinggi adalah 56 tahun.

Namun demikian, yang usia melebihi 56 tahun tetap diloloskan dalam seleksi adminsitrasi dan bahkan lolos hingga menjadi pimpinan. “Saya sebenarnya sudah mau protes dan mundur. Tapi saya urungkan karena ingin memastikan hasilnya,” ungkapnya.

Ia merincikan, saat pendaftaran dan seleksi banyak pejabat kelahiran tahun 1960 dan 1961 ditolak panitia. Namun, ternyata yang lolos adakah berusia 57 tahun sembilan bulan.

“Saya berharap ke depan tidak boleh terjadi lagi. Dan semoga Mendagri dan BKN mengetahui kondisi ini agar bisa diperbaiki,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Sekda NTT Ben Polo Maing menjelaskan tidak ada yang keliru dengan lelang jabatan tersebut. Karena pejabat yang dimaksud adalah pejabat yang sudah masuk eselon II sehingga tidak ada masalah.

“Yang tidak boleh itu kalau promosi dari eselon III,” kata Polo Maing.

Sedangkan saat ditanya terkait posisi lowong Direktur RSUD WZ Johannes Kupang dan Sekretaris Dinas PRKP, Polo Maing mengaku hingga saat ini belum diproses. (tnc/R-4)

 

 

Daftar nama pejabat yang baru dilantik Gubernur Frans Lebu Raya
1. Simon Sabon Tokan dari Kadis Perdagangan  jadi Staf Ahli
2. Yovita Mitak dari Staf Ahli jadi Kadis Ketahanan Pangan
3. Hadji Husen dari Kadis Ketahanan Pangan jadi Kadis Perdagangan
4. Isyak Nuka dari Sekdis PRKP jadi Kadis Perhubungan
5. Aba Maulaka dari Plt Kaban Litbang jadi Kadis Kominfo
6. drg Domi Minggu Mere dari Dir RSUD WZ Johannes jadi Kadis Kesehatan
7. Keron Petrus dari Karo Perekonomian Kaban PSDMD
8. Marsianus Jawa dari Sek Inspektorat jadi Inspektur Provinsi
9. Alexon Lumba dari Kabag Bantuan Hukum jadi Kabiro Hukum
10 Jusuf Lery Rupidara dari Kabid Balitbang jadi Kabiro Kerja Sama