Leburaya: Tidak Ada Impilikasi Hukum terhadap Pembangunan Stadion Oepoi

berbagi di:
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Frans Lebu Raya.

 

 

Mantan gubernur NTT Frans Lebu Raya kepada wartawan beberap waktu lalu menegaskan, rehabilitasi Stadion Oepoi Kupang yang sempat mangkrak, tidak berimplikasi hukum. Ini lantaran, progress pekerjaannya sebesar 43,42 persen, lebih besar 13, 42 persen dari uang muka pekerjaan sebesar 30 persen sehingga tidak merugikan negara.

“Progres tersebut berdasarkan audit BPK, sehingga pemerintah akan melanjutkan rehabilitasi berdsarkan hasil audit melalui kontrak baru yang disesuikan dengan kebutuhan lapangan,” paparnya.

Ia menjelaskan, langkah teknis yang sudah dilakukan pemerintah adalah membentuk tim teknis peneliti terdiri dari Dins PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Dispora NTT, dengan tujuan agar pekerjaan tersebut sesuai spsesifikasi teknis dan aturan yang berlaku.

Menurutnya, ada hasil kerja tim tenis dan audit BPK, merekomendasikan ada beberapa item pekerjaan yang tidak terdapat dalam perencanaan awal, tetapi karena kebutuhan, kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas dan PPK membuat addendum untuk mengakomodir pekerjaan yang dibutuhkan di lapangan.

Inilah kondisi Stadion GOR Oepoi yang tampak seperti padang rumput. Proyek ini dihentikan pengerjaannyua oleh kontraktor dan dibiarkan terbengkelai. Gambar diabadikan kemarin. Foto: Nahor Fatbanu/VN
Inilah kondisi Stadion GOR Oepoi yang tampak seperti padang rumput. Proyek ini dihentikan pengerjaannyua oleh kontraktor dan dibiarkan terbengkelai. Gambar diabadikan kemarin. Foto: Nahor Fatbanu/VN

“Adapun item pekerjaan yang dibutuhkan di lapangan seperti tendon air, fondasi tiang lampu, rumah genset dan instalasi listrik,” tambahnya.

Sementara, pengamat sepakbola NTT Abdul Muis mengatakan, bila mencermati proses pelaksanaan proyek tersebut, maka sepantasnya jaksa masuk mengusut indikasi kerugian negara.

“Apakah terjadi korupsi di situ atau tidak, terjadi persengkokolan atau tidak. Sebab, orang bertanya-tanya kenapa proyek dengan dana besar terlantar,” katanya.

Stadion Oepoi, kata dia, merupakan stadion kebanggaan masyarakat NTT, khusunya Kota Kupang yang seharusnya dikerjakan dengan baik.

“Kalau memang tidak lagi diproses, sebaiknya untuk tanam pisang saja di lokasi itu sehingga bisa ada manfaatnya,” ujarnya.

Ia berharap dengan hadirnya gubernur NTT yang baru Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), wajah olahraga NTT jauh lebih baik lagi dari sebelumnya. Apalagi, VBL gemar berolahraga sehingga tentunya akan memperhatikan dengan serius pembinaan olahraga dan pembangunan infrastruktur olahraga di NTT. (mg-14/fln/C-1)