Liang Ndara Jadi Model Desa Wisata

berbagi di:
Inilah suasana kegiatam pendampingan workshop Model Pengelolaan Desa Wisata Liang Ndara di kantor Desa Liang Ndara, kemarin. Foto: Gerasimos Satria/VN

Inilah suasana kegiatam pendampingan workshop Model Pengelolaan Desa Wisata Liang Ndara di kantor Desa Liang Ndara, kemarin. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

 

Gerasimos Satria

Kementrian Pariwisata RI menjadikan Desa Liang Ndara di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur sebagai model desa wisata.

Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan melakukan pendampingan workshop Model Pengelolahan Desa Wisata di Kantor Desa Liang Ndara, Kamis (8/11).

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mabar Theresia Asmon mengatakan, secara nasional pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 yang akan mengunjungi Indonesia. Labuan Bajo sebagai daerah tujuan wisata merupakan salah satu daerah yang mendapat kunjungan cukup tinggi oleh wisatawan dari berbagai negara. Salah satu strategi adalah lewat desa wisata.

Ia menjelaskan Desa Liang Ndara ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik setiap hari. Wisatawan menyaksikan atraksi budaya Manggarai seperti Tarian Caci yang digelar oleh sejumlah kelompok sanggar budaya di Desa Liang Ndara.

“Harapannya desa yang dijadikan desa wisata itu mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui pengembangan bisnis sektor pariwisata. Seperti usaha tenun, kerajinan dan menjual makanan lokal. Wisatawan pasti akan membeli apa yang dijual oleh desa wisata tersebut,” ungkap Theresia Asmon.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mabar Florianus R Gampar mengatakan, desa model wisata tersebut diberi pendampingan dengan menghadirkan tim percepatan desa wisata kota Kementerian Pariwisata RI dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Merapi dari Jogjakarta yang menjadi juara dalam kontes desa wisata tahun 2017 lalu.

Pengembangan desa wisata melalui pendampingan workshop Model Pengelolaan Desa Wisata Liang Ndara serta sejumlah desa lainnya sebagai kegiatan awal bagi desa yang dijadikan model tersebut.

Dalam pendampingan workshop bagi desa model wisata bahan yang diajarkan adalah model usaha desa wisata dengan keterlibatan Pokdarwis yang terhimpun di dalam BUMDes Desa Liang Ndara untuk memaksimalkan seluruh potensi desa yang akan di jual sebagai sebuah paket wisata baik itu dari homestay, view point, atraksi budaya, kerajinan atau cendramata sampai kepada kuliner lokal yang memenuhi standar desa wisata.

“Desa wisata itu ditetapkan sesuai kriteria yang ada pada Kementerian Pariwisata RI, yang jelas desa model itu memenuhi aspek atraksi, aksesibilitas dan amenitas,” tutur Florianus R Gampar.

Dia mengatakan, saat ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Mabar sedang mendata 19 desa lainnya untuk dijadikan desa wisata selanjutnya.
Sedangkan Desa Liang Ndara, Desa Pasir Putih, dan Desa Batu cermin merupakan desa wisata yang sudah dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata RI sejak tahun 2016 lalu.

Terpisah, Kepala Desa Liang Ndara Karolus Ikun mengaku Desa Liang Ndara merupakan daerah potensi pariwisata. Dimana warga desa berapa tahun terakhir mulai mengembangkan bisnis sektor wisata seperti menjual buah-buahan dan menyediakan homestay.

Setiap hari puluhan wisatawan mengunjungi Desa Liang Ndara untuk menikmati objek wisata alam yang berada disejumlah kampung di Desa Liang Ndara.

“Kita apresiasi kepada Kemenpar RI yang telah menetapkan Desa Liang Ndara sebagai model desa wisata. Harapannya potensi wisata yang ada di Desa Liang Ndara mampu mengsejaterakan masyarakat,” harap Karolus Ikun. (mg-17/R-4)