Maret, NTT Ekspor Ikan ke Lima Negara

berbagi di:
img-20180411-wa0006

Petugas SKIPM Kupang melakukan pemeriksaan terhadap ikan segar yang akan di ekspor ke negara tujuan. Gambar diabadikan Maret lalu.
Selain ikan tuna loin, pada bulan Maret lalu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengekspor ikan kering, bandeng beku, dan udang beku ke Timor Leste, ikan cakalang asap ke Jepang, dan ikan tenggiri segar ke Singapura.

“Ekspor ikan kering sebanyak 13.250 kilogram (kg), tenggiri segar 663 kg, cakalang asap 24.330 kg, bandeng beku 2.000 kg, dan udang beku 250 kg,” ungkap Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kupang, Jimmy Elwaren kepada VN, akhir pekan kemarin.

Jimmy mengatakan, pada bulan Maret NTT juga mengekspor ikan tuna loin ke empat negara, yakni Brunei Darusalam 200 kg, Timor Leste 300 kg, Jepang 15.821 kg, dan China sebanyak 10 kg.

Total ekspor selama Maret sebanyak 56.824 kg dan nilainya mencapai 288.199 dolar AS. “Ekspor tuna loin selama Maret didominasi ke Jepang mencapai 15.821 kg,” ujarnya.

 

Menurun
KIPM Kupang mencatat, jumlah tuna loin yang dikirim pada Maret 16.331 kg. Jumlah tersebut sedikit menurun dibandingkan Februari yang mencapai 27.821 kg.

Kondisi ini diakibatkan sejumlah negera tujuan ekspor yang sebelumnya melayangkan permintaan namun tidak direalisasikan pada Maret 2018 seperti Thailand dan Malaysia. “Memang permintaan tidak selalu sama karena sesuai dengan kebutuhan negara pembeli sehingga bisa bertambah atau kurang,” katanya.

Sebelumnya, Jimmy menjelaskan, nilai ekspor ikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bulan Januari hingga Februari tahun 2018 mencapai 1,060 juta dolar AS atau sekitar Rp 13,790 miliar (kurs Rp 13.000/dolar AS).

“Prospek ekspor ikan dari NTT ke luar sangat inggi karena sesuai data ekspor Januari mencapai Rp 8 miliar dan Februari Rp 5 miliar lebih. Ekspor Bulan Febuari rendah karena belum waktunya musim ikan. Musim ikan biasanya bulan April,” ujarnya.

Menurutnya, hasil komoditi unggulan yang diekspor bervariasi dan merupakan hasil laut dari wilayah-wilayah pengawasan Stasiun KIPM Kupang, yakni Kabupaten Flores Timur, Selat Timor, Kabupaten Lembata, Sikka, Pulau Sumba, Sabu, Alor, dan Rote. Sementara wilayah Ende, Ngada, Nagekeo, dan Manggarai masuk wilayah pengawasan BKIPM Bima.

“Daerah penghasil ikan terbesar dari Kabupaten Flores Timur dan Selat Timor. Khusus wilayah pengawasan BKIPM Bima hasilnya tidak dilaporkan ke BKIPM Kupang,” jelasnya. (ari/E-1)