Marga Lay Berdoa di Rumah Abu

berbagi di:
foto-hal-01-sejumlah-keluarga-lay-sedang-berdoa-untuk-para-leluhur-di-rumah-abu-siang-lay-di-kelurahan-lai-lai-bisi-kopan-llbk-kecamatan-kota-lamasenin04-1nahor-fatbanu-2

 
Keluarga besar Lay melakukan pembakaran dupa sehari sebelum perayaan Imlek di Rumah Abu. Mereka mendoakan arwah para leluhur Marga Lay, memohon berkat dan rejeki dari yang Maha Kuasa.

Di tempat itu (Rumah Abu) tidak ada perayaan yang digelar selain doa bersama kepada arwah leluhur. Rumah Abu, tempat untuk berdoa serta pembakaran dupa untuk arwah leluhur.

“Ini kan hanya rumah abu, bukan kelenteng. Hanya bakar-bakar dupa untuk leluhur,” ujar Roby Layantara, di Rumah Abu, Senin (4/2).

Robi Layantara, keturunan marga Lay yang mendiami rumah Abu tersebut mengungkapkan, semua keturunan marga Lay yang berdomisili di Kota Kupang dan sekitarnya bisa mengunjungi rumah abu. Rumah Abu, seperti halnya tempat ibadah.

“Hanya keturunan marga Lay. Kalau marga Lay yang berada di luar Kota Kupang juga boleh datang. Tapi biasanya selama ini mereka tidak datang,” katanya.

Sementara, Hansen Chung, menerangkan, pembakaran dupa dan memberikan sesajian kepada arwah leluhur di Rumah Abu tersebut merupakan tradisi yang sudah diwariskan secara turun temurun.

Tradisi pembakaran dupa dan pemberian sesajian, untuk menghormati dan menyebah arwah leluhur. “Ini kan sudah tradisi. Kami siapkan, buah daging, ikan dan lainnya untuk menyembah arwah leluhur,” terangnya.

Pantauan VN, sehari sebelum perayaan Imlek, marga Lay yang berada di Kota Kupang mengunjungi Rumah Abu Keluarga Lay yang beralamat di kawasan Lai Lai Bissi Kopan, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang. Mereka datang ke rumah yang telah berumur 154 tahun itu, membakar dupa untuk leluhur mereka. Mereka juga menyiapkan sesajian untuk leluhur, juga minuman dalam cangkir-cangkir kecil. (mg-08/R-4)