Rayakan Kebersamaan, Melki bersama Finalis Ayo Bangun NTT Berlayar ke Ende

berbagi di:
Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia Melki Lakalena bersama para finalis sayembara Ayo Bangun NTT dalam pelayaran mereka dari Kupang menuju Ende, Selasa (30/5).

Yulius Boni Geti

 

 

Finalis Sayembara “Ayo Bangun NTT” dari kabupaten di Pulau Timor, Sumba, Alor, Rote dan Sabu Raijua melakukan perjalanan laut menggunakan kapal fery menuju Kabupaten Ende sebagai tempat penyelenggaraan final sayembara tersebut.

Menariknya, para finalis tidak melakukan pelayaran sendiri namun didampingi langsung  Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia Melki Lakalena, panitia penyelenggara, dan pelatih.

Pelayaran Melki bersama para finalis dan rombongan berangkat dari Kupang dan singgah di Pulau Sabu kemudian menuju Ende.

Pantaun VN, Selasa (30/5) di Pelabuhan Seba Sabu Raijua, romobingan menggunakan KMP Ilelabalekan. Para finalis tampak akrab dan saling membaur meski datang dari kabupaten yang berbeda. Melki, panitia dan petugas pun tidak segan berbaur dengan semua finalis.

Saat diwawancarai di dalam KMP Ilelabalek, Melki mengakui semua peserta memilih menggunakan jalur laut untuk berangkat ke Ende. Ini menunjukan adanya pilihan untuk berlayar dalam kebersamaan antara semua peserta.

“Memilih jalur karena rombongan ini berjumlah cukup banyak dan semua ingin berjalan bersama-sama dan menikmati proses kebersamaan melalui jalur laut,” ujarnya.

Ia menambahkan semua biaya untuk akomodasi dan transportasi ditanggung oleh Yayasan Tunas Muda Indonesia bersama dan beberapa komunitas dari kelompok Cipayung.

Ia menjelaskan final sayembara akan dilaksanakan Rabu, 31 Mei 2017 untuk kategori lomba debat dan paduan suara. Kegiatan akan ditutup dengan perenungan kebangsaan merayakan hari lahir Pancasila 1 Juni lalu dengan tema final sayembara “Pancasila Rumah Kita”.

“Ini merupakan bagian dari sikap dan komitmen dari seluruh panitia serta peserta untuk merayakan Pancasila dengan cara berbeda,” ungkapnya.

Sementara Romo Anton Kapitan, Koordinator Kontingen Kabupaten Belu mengatakan kegiatan yang diselenggarakan ini menunjukan kemampuan-kemampuan dalam berkomptensi yang bermartabat yanki kompetisi debat dan paduan suara.

“Ini tingkat provinsi jadi tentunya orang muda dari 22 kabupaten/kota bisa memaksimalkan diri dalam dua lomba yang akan diikuti,” katanya.

Menurutnya, ini merupakan kesempatan istimewa untuk pemuda NTT supaya mereka juga menunjukan kapasitas mereka dalam ketegori tersebut. Para pemuda pun bisa saling mengenal, berbagi dan melengkapi satu sama lain.

Terpisah Kepala Desa Fatkenutu, Iwan S. Bekawati yang ikut dalam rombongan mengapresiasi gagayan Yayasan Tunas Muda Indonesia karena melalui kegiatan ini pemuda NTT dapat berkontribusi membangun NTT dengan cara dan karyanya sendiri.

“Saya sangat bangga dengan kegiatan ini, kegiatan yang memotivasi semangat kita untuk terus berjuang dan berbuat untuk daerah sendiri dan juga NTT,” katanya.