Mendes Eko Putro Yakin Kemiskinan di Sumba Bisa Hilang Segera Hilang

berbagi di:
Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo (kedua dari kiri) didampingi Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan Ketua DPRD Palulu P Ndima (kanan), saat tatap muka dengan para kepala desa dan camat se-Kabupaten Sumba Timur di Gedung Nasional, Waingapu, Kamis (18/1) malam.

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo (kedua dari kiri) didampingi Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan Ketua DPRD Palulu P Ndima (kanan), saat tatap muka dengan para kepala desa dan camat se-Kabupaten Sumba Timur di Gedung Nasional, Waingapu, Kamis (18/1) malam.

 

Frangky Johannis

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, kemiskinan yang masih dialami banyak desa di Indonesia dan di Sumba Timur khususnya terjadi karena masyarakat desa tidak memiliki kesempatan untuk memiliki usaha.

Menurutnya, ada sejumlah persoalan mengapa itu terjadi, di antaranya adalah masalah permodalan dan akses pasar yang lemah.

Menteri Eko Putro mencontohkan, kemiskinan bisa diatasi jika desa sudah menemukan produk unggulan yang akan dikembangkan. Ini sudah terbukti di Kabupaten Pandeglang yang merupakan salah satu
kabupaten yang memiliki sekitar 174 desa tertinggal dari total 326 desa di kabupaten tersebut. Namun, setelah mengembangkan Prukades pada desa-desa tertinggal, kabupaten ini memangkas dengan cepat jumlah desa tertinggalnya.

“Hanya dalam satu tahun saja jumlah desa tertinggal di Pandeglang menyusut tinggal 54 desa,” kata Eko saat dialog dengan para kepala desa, camat, dan OPD di lingkup Kabupaten Sumba Timur, saat melakukan kunjungan kerja di wilayah tersebut, Kamis (18/1).

Ia mengatakan, jika produk bersama ini telah menjadi kesepakatan masyarakat, dan menanam komoditas yang sama, maka desa itu memiliki jumlah komoditas pertanian dalam jumlah yang besar, sehingga memudahkan warga mendapatkan pasar dengan gampang dan harganya lebih stabil. Untuk program Dana Desa tahun ini, Kemendes PDTT mencanangkan empat program prioritas, yakni penentuan produk unggulan desa, membangun BUMDes, membangun embung sebagai sarana pertanian penyedia air bagi persawahan dan pembangunan sarana olahraga.

Program ini telah didukung 19 Kementerian dan lembaga seperti Kementerian Pertanian yang telah memiliki komitmen untuk memberikan bibit, pupuk dan traktor secara gratis. Kementerian PU akan membantu akses penunjangnya seperti jembatan dan jalan. Sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan akan membantu memberikan bibit ikan secara gratis pada setiap embung yang dibangun di desa.

Dengan cara ini, Menteri Eko yakin kemiskinan di desa-desa di Sumba Timurbisa diatasi. Tinggal Bupati dan DPRD menyampaikan kepada kami di Kemendes PDTT tiga program unggulan yang akan dilaksanakan
secara fokus pada tahap awal. Setelah sukses barulah dikembangkan untuk program lainnya.

“Inilah salah satu cara memerangi kemiskinan di Sumba Timur. Saya tantang Bupati dan DPRD kasi saya tiga program yang akan difokuskan, saya akan ajak 19 kementerian untuk keroyokan membangun Sumba Timur agar keluar dari kemiskinan,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mengatakan, pemerintah daerah tidak mampu sendirian dalam mengembangkan berbagai potensi wilayah baik di bidang pertanian, perkebunan, maupun kelautan.

Menurutnya, saat ini yang sudah dilakukan pemerintah adalah menggandeng investor PT MSM dan MAA yang sudah mengembangkan perkebunan tebu, serat sisal, dan kastrol. Namun, lebih dari itu, kata dia, masih dibutuhkan kerja sama dengan Pemerintah Pusat agar potensi Sumba Timur bisa tergarap secara maksimal.

“Kami seluruh jajaran pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten akan menerima tantangan dan peluang yang diberikan Pak Mendes PDTT ini. Kami akan satukan langkah guna menentukan fokus pengembangan apa yang bisa dilakukan ke depan,” katanya.

Ketua DPRD Sumba Timur Palulu P Ndima mengatakan, salah satu upaya yang sudah dilakukan Pemkab dan DPRD adalah KEK Melolo.

Menurutnya, dengan hadirnya KEK ini akan memberikan dampak yang luas bagi masyarakat setempat, dan akan menularkan hal baik ini ke wilayah sekitarnya. “Kami mengharapkan KEK ini dapat terwujud secepatnya. Dewan pada prinsipnya sangat mendukung dan telah mengalokasikan dana bagi pembuatan DED KEK Melolo,” kayanya. (bev/ol)