Mendes Serahkan Izin Pemanfaatan Lahan KEK Melolo kepada PT MSM

berbagi di:
Mendes PDTT Eko Putro Sandjoyo menyerahkan izin pemanfaatan lahan transmigrasi kepada PT Muria Sumba Manis (MSM), yang diterima Chief Operating Officer (COO) PT MSM Raphael Susanto, di kawasan KEK Melolo, di Desa Wanga, Jumat (19/1).

Mendes PDTT Eko Putro Sandjoyo menyerahkan izin pemanfaatan lahan transmigrasi kepada PT Muria Sumba Manis (MSM), yang diterima Chief Operating Officer (COO) PT MSM Raphael Susanto, di kawasan KEK Melolo, di Desa Wanga, Jumat (19/1).

 

Frangky Johannis

Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjoyo saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Melolo, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (19/1), menyerahkan izin pemanfaatan lahan transmigrasi kepada PT Muria Sumba Manis (MSM).

Saat berdialog dengan warga transmigrasi dan karyawan PT MSM, di Wanga, Menteri Eko Putro mengatakan kerja sama kolaborasi antara Kementerian DPDT dan Transmigrasi, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, serta PT MSM di kawasan KEK Melolo merupakan model pembangunan daerah yang harus terus didorong agar Sumba Timur cepat keluar dari kondisi sebagai daerah tertinggal.

Menurut Eko Putro, kerja sama dimaksud adalah merupakan salah satu bentuk komitmen untuk mengembangkan Program Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) sebagai penggerak kemandirian desa. Di mana, desa-desa tidak fokus memproduksi komoditi unggulan, sehingga tingkat proksinya kecil dan tidak mungkin pasca panen dapat mendongkrak harga jual komoditi.

Dengan kerjasama ini, kata Eko Putro, produk unggulan ditanam dengan skala besar berkolaborasi dengan dunia usaha, sehingga masyarakat yang punya lahan dapat menanam sebanyak-banyaknya karena pasca panen akan ditangani dunia usaha.

“Jadi jaminan bahwa pendapatan masyarakat meningkat itu ada. Sehingga, selain pendapatan masyarakat bertambah, risikonya kecil dan terjamin, sertacmasyarakat bisa mendapatkan bantuan perbankan. Model seperti ini yang harus terus kembangkan,” katanya.

Menteri Eko Putro mengatakan, terkait kerja sama dalam kawasan KEK tersebut, PT MSM mengelola sekitar 20 ribu hektar, dan PT Mergo Agro Abadi (MAA) sekitar enam ribu hektar. Sebagian besar lahan tersebut merupakan tanah milik masyarakat transmigrasi yang diusahakan dua perusahan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga setempat.

“Jadi mudah-mudahan di Sumba Timur bukan hanya kita mengangkat masyarakat miskin, tapi menjadi sentra KEK, dan yang kita harapkan juga menarik masyarakat miskin dari daerah sekitarnya atau kabupaten sekitarnya,” kata Eko Putro.
Sangat Membatu Pemerintah
Wakil Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali berharap agar kedatangan Menteri Eko Putro dapat lebih meningkatkan perhatian Pemerintah Pusat ke wilayah Sumba Timur, terutama kerja sama yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan transmigrasi untuk digunakan oleh masyarakat dan hasil yang diproduksi masyrakat bisa di jual ke PT MSM dan MAA.

Ia menambahkan, kehadiran dua investor yang sudah melakukan kegiatan pengembangan tebu, serat sisal, dan kastrol, ditambah perusahaan lainnya yang akan masuk berinvestasi di Sumba Timur, akan membantu pemerintah daerah dalam mengatasi masalah pengangguran terbuka, sekaligus peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi dan mendukung investasi karena akan membatu meningkatkan perekonomian masyarakat desa, sekaligus membawa desa keluar dari kemiskinan dan menjadi mandiri. Untuk diketahui saat ini PT MSM telah menciptakan langan pekerjaan bagi kurang lebih 2.000 tenaga kerja dari masyarakat setempat,” pungkasnya. (bev/ol)