Menteri ESDM Groundbreaking Enam PLTG di NTT dan NTB

berbagi di:
kapal listrik: Kapal pembangkit listrik Marine Vessel Power Plant (MVPP) Karadeniz Powership Zeynep Sultan berkapasitas 60 Megawatt diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kelistrikan di Kota Kupang. Gambar diabadikan, kemarin.

Tiga Pembankit Baru di NTT
——————————

No. Pembangkit Listrik/ Kapasitas/ Lokasi /Investasi
——————————————————————-
1.   PLTMG Kupang Peaker/ 40 Mw /Lifuleo-Kupang Barat/ Rp 700 miliar
2.   PLTMG Maumere /40 Mw/ Waigete-Sikka/ Rp 694 miliar
3.   MPP Flores/ 20 Mw /Desa Rangko-Mabar/ Rp 427 miliar
———————————————————————

 

Mentri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) enam pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) berkapasitas 350 megawatt (Mw) yang tersebar di Provinsi NTT dan NTB.

Acara groundbreaking dipusatkan di Desa Tanjung Karang Permai, Kecamatan Sukarbela, Mataram, NTB, Jumat (20/10), dan disiarkan langsung melalui teleconfrence di tiga kabupaten di NTT, di antaranya Kabupaten Sikka.

Saat acara groundbreaking tersebut, Menteri Jonan meresmikan satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2×25 Mw di Desa Padakguar, Lombok Timur, NTB, dengan anggaran Rp 1,2 triliun.

Dari enam pembangkit tersebut, tiga di antaranya berada di NTT yakni PLTMG Kupang Peaker berkapasitas 40 Mw di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, dengan total investasi Rp 700 miliar.

Selanjutnya PLTMG Maumere berkapasitas 40 Mw di Desa Hodar, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, dengan anggaran Rp 694 miliar, dan Mobile Power Plant (MPP) Flores berkapasitas 20 Mw di Desa Rangko, Kecamatan Boleng,
Manggarai Barat, dengan investasi Rp 427 miliar.

Sedangkan tiga PLTGU di NTB yakni Lombok Peaker berkapasitas 150 Mw di Desa Tanjung Karang, Kota Mataram, dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun; PLTMG Bima di Bonto, Kecamatan Asakota, Kota Bima, berkapasitas 50 Mw, dan PLTMG Sumbawa kapasitas 50 Mw di Desa Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, menelan anggaran Rp 744 miliar.

Jangan Naikkan Tarif
Menteri Jonan dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan pembangkit listrik dengan daya 350 MW di wilayah NTT dan NTB kiranya dapat menjawab kebutuhan listrik untuk masyarakat di dua provinsi tersebut, terutama kebutuhan dunia usaha, perkantoran, dan kebutuhan listrik lebih dari 400 ribu rumah tangga.

“Kalau tadi menurut Dirut PLN pembangunan PLTMG akan selesai di tahun 2018 kecuali pembangunan PLTU di Lombok Timur yang diprediksi akan selesai 2019 mendatang. Saya minta PLN jangan naikkan tarif listrik. Kepada Ibu

Menteri BUMN saya juga minta jangan naikkan tarif listrik, sebagai Menteri ESDM saya akan bejuang agar listrik tidak naik,” kata Jonan.

Menteri ESDM menyampaikan pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan rasio elektifikasi yang saat ini sudah lebih dari 93 persen. Diharapkan pada tahun 2019 minimal mencapai angka 97 persen. Sebab jika sudah mencapai 97 persen, maka seluruh nusantara sisa tiga persen yang belum terlayani listrik dan mudah-mudahan melalui kerja keras mencapai 99 persen di tahun 2019 mendatang.

Pemerintah juga beraharap agar membantu penyelesaian sistem jaringan baik transmisi, distribusi, maupun gardu induk dengan harapan untuk meneruskan program kelistrikan desa dan pemerintah juga memberikan kesempatan bahwa PLN dapat membangun kelistrikan desa.

“Jadi kalau yang di bawah 50 MW jangan lagi diajukan ke saya, PLN bisa langsung segera dibangun untuk kepentingan masyarakat,” kata Jonan.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, kondisi kelistrikan di Indonesia dalam keadaan cukup baik karena tidak ada lagi pemadaman akibat defisit daya pembangkit. Seluruh sistem besar kelistrikan PLN telah mengalami surplus dan beberapa daerah mempunyai reserve margin lebih dari 30 persen.

“PLN saat ini siap melayani permintaan penyediaan tenaga listrik. Kami berharap agar ketersediaan daya yang cukup ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, terutama oleh kalangan industri. Program 35.000 Mw juga telah mengakomodir tumbuhnya kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri (KI),” ujarnya.

Menurutnya, total investasi enam proyek tersebut sebesar Rp 6 triliun lebih itu menyerap ratusan ribu pelanggan baru. Dia mencontohkan PLTU Lombok Timur yang diresmikan pengoperasiannya tersebut menyerap 37.000 pelanggan baru.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan, listrik bukan lagi barang mewah, tetapi menjadi kebutuhan sehari-hari.

“Di Jawa satu tiang listrik untuk puluhan rumah, tetapi di NTT satu tiang listrik untuk satu rumah,” kata Frans di lokasi groundbreaking PLTMG Kupang Peaker di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat. (nus/mi/R-4)