Mucikari Prositusi Online Terancam Enam Tahun Penjara

berbagi di:
nahor-fatbanu-1

 

Rafael L. Pura

Dua pelaku mucikari prostitusi online di NTT yakni MD alias AB (22), warga Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima dan YDP alias DD (40) warga Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja terancam hukuman enam tahun penjara.

Kepala Unit II Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Kanit II Subdit Renakta) Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Ditreskrimum) Polda NTT AKP Tatang Panjaitan, saat jumpa pers di ruangan Ditreskrimum, Kamis (14/3) mengatakan dua tersangka tersebut dikenakan pasal 296 KUHP jo pasal 506 KUHP atau pasal 27 ayat (1) jo pasal 45 ayat (1) UU nomor 19 tahun 2016 tentang ITE, dengan ancaman hukuman penjara paling tinggi selama enam tahun.

Ia mengatakan penangkapan pelaku mucikari prostitusi online itu bermula setelah pihaknya mendalami informasi yang beredar melalui media sosial facebook soal maraknya prostitusi online di NTT.

AKP Tatang mengatakan, praktik prostitusi itu telah berjalan selama dua tahun. Praktik ini dijalankan dengan aplikasi MI Chat. Foto dan nama perempuan diunggah dalam aplikasi. Konsumen tinggal memilih dan melakukan transaksi dan percakapan.

“Oleh si tersangka, kemudian dibuatlah percakapan antara konsumen dan tersangka melalui aplikasi tersebut, terkait transaski, baik harga maupun tempatnya,” ujarnya.

Praktik ini behasil terungkap, bermula saat salah satu konsumen dari Atambua memesan melalui aplikasi tersebut. Tersangka kemudian menghubungi korban, AN, MWH dan IML, dan berangkatlah mereka ke Atambua menggunakan jasa sewa mobil.

“Tarifnya rata-rata Rp 500.000. Dengan ketentuan, apabila konsumen membayar RP 500.000 maka fee yang didapat tersangka sebesar RP 100.000 dan apabila Rp 600.000 maka fee yang didapat tersangka sebesar RP 200.000 dan seterusnya,” ujarnya.

Polisi kemudian bergerak dan mengamankan tersangka MD, di salah satu hotel di Atambua, yang disewakan untuk melakukan praktik prostitusi itu. Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan. Dari hasil pengembangan, kemudian dilakukan penangkapan terhadap tersangka lainnya, DD, di kosnya di wilayah Kota Kupang. (mg-03/R-2)