Nasdem Target Rebut Enam Kursi DPRD Ende

berbagi di:
Konsolidasi Partai Nasdem di Kabupaten Ende. Foto: Son Bara/VN

Konsolidasi Partai Nasdem di Kabupaten Ende. Foto: Son Bara/VN

 

Son Bara

Jajaran pengurus, kader dan para caleg dari Partai NasDem Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur bertekad merebut enam kursi DPRD Kabupaten Ende pada pemilu legialatif 17 April mendatang.

Target tersebut guna mewujutkan mimpi segenap jajaran pengurus, kader dan simpatisqn untuk mengusung Kader Partai NasDem bertarung dalam suksesi kepemimpinan di Kabupaten Ende tahun 2024.

Penegasan teraebut dismpaikan Ketua DPD II Partai Nasdem m Kabupaten Ende, Ericos Emanuel Rede kepada VN di kediamannya, Jumat (11/1). D

“Kita sudah patokan untuk merebut minimal enam kursi daru 30 kursi yang ada di DPRD II Ende. Tentunya target tersebut tidak sebatas konsep saja. Kerja keras dengan motifasi tinggi harus ditunjukan dari masing-masing caleg yang bertarung di empat dapil di Kabupaten Ende. Kampanye simpatik dengan saling mendukung di antara para caleg harus didesain dengan baik. Saat ini kita butuh komitmen yang kuat untuk bersma membesarkan partai dan nantinya bisa mengusung kader partai macu sebafai calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Ende pada sukses tahun 2024,” tegas Erik.

Pernyataan yang sama ini juga di ungkapkan saat pembekalan caleg dan konsolidasi Partai NasDem yang berlangsung pada Rabu (9/1). Namun, pernyataan Ketua DPD II Partai NasDem Kabupaten Ende Ericos Emanuel Rede, ditantang oleh Ketua Bapilu NTT Aleks Ena.

Menurut Aleks, jika dilihat dari komposisi yang ada saat ini mestinya target merebut kursi DPRD II bukan cuma enam kursi saja, tetapi harus delapan kursi.

“Saat ini sudah empat kursi yang berhasil direbut para kader partai, mestinya untuk pemilu pada bulan April tahun 2019 bisa merebut delapan kursi dari empat dapil yang ada. Itu berarti setuap dapil harus menyumbang dua kursi. Untuk itu mekanisme dan langkah konsolidasi internal dan antar partai perlu di rubah. Harua ada terobosan dan mekanisme kerja yang baru untuk merebut simpati publik. Para kader harus bisa saling mengisi bukan malah menonjolkan ego personal,” tegas Aleks. (bev/ol)