NTT bakal Punya Stand Sendiri di World Travel Market 2019

berbagi di:
NTT bakal Punya Stand Sendiri di World Travel Market 2019

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat serta Bupati Lembata Yentji Sunur dan Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni beserta rombongan, sesaat setelah tiba di Bandata Internasional Heathrow, London, 8 Nonemver lalu.

 
Provinsi NTT akan mengikuti World Travel Market (WTM) London 2019 mendatang dengan memiliki stand sendiri, dan tidak lagi menumpang di stand milik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI seperti tahun ini. Tim kecil sudah dibentuk untuk melakukan persiapan, termasuk membangun negosiasi dengan penyelenggara Expo London.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan hal ini kepada wartawan di lantai empat Kantor Gubernur NTT, Senin (12/11).

Gubernur memimpin tim yang mengikuti WTM London 2018 di ExCeL London, London, Britania Raya, 7-11 November lalu.

Tim tersebut di antaranya Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTT Rocky Pekudjawang, Bupati Lembata Yentji Sunur, Wakil Bupati Sumba Barat Marthen Ngailu Toni, Sarah Lery Mboeik, Talib Makarim dan Renny Rumlaklak dari Staf Khusus Gubernur, Pemerhati Diving Flobamora Davina Veronika, Kadisparekraf NTT Ardu Marius Jelamu, Ketua Asita NTT Abed Frans, dan sejumlah lain sebagainya.

Lebi lanjut, Gubernur mengatakan, negosiasi tim dengan panitia Expo London untuk memastikan Stand NTT di arena WTM 2019 London. “Expo London ini adalah expo pariwisata terbesar kedua di dunia, dan menghadirkan jutaan pengunjung dari seluruh dunia, dan NTT harus ada tempat sendiri tahun depan untuk mempromosikan semua potensi pariwisata NTT,” tegasnya.

Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI ini, menambahkan, memiliki stand sendiri di Expo London 2019 menjadi langkah maju bagi NTT untuk secara langsung memperkenalkan semua potensi pariwisata NTT secara maksimal kepada wisatawan internasional.

“Dengan memiliki tempat sendiri, kita langsung mempromosikan potensi-potensi pariwisata kita secara maksimal. Tim kecil kita sudah mulai bekerja di London untuk mendapatkan prime area sendiri yang terbaik agar NTT bisa melakukan semua yang mau kita lakukan,” tegasnya.

Menurutnya, di stand itu nantinya seluruh potensi daerah seperti kain tenun, tarian tradisional diperlihatkan.

“Kemarin itu saya lihat India itu bagus sekali karena ada begitu banyak tarian yang mereka tampilkan di sana, sedangkan Indonesia tidak menampilkan satu tarian pun,” tuturnya.

Terpisah, Kadisparekraf NTT Ardu Marius Jelamu menguraikan, Expo London 2019 adalah sebuah event promosi pariwisata yang sangat baik jika bisa dimanfaatkan oleh NTT untuk ikut mengambil bagian di dalamnya. “Tidak hanya potensi pariwisata yang bisa kita jual di sana (Expo London), tetapi juga semua potensi alam NTT bisa kita tampilkan kepada para buyers, sehingga NTT benar-benar dikenal oleh wisatawan internasional,” jelas Marius.

Mengenai apa yang akan dibawa ke Expo London tahun depan, dia mengaku secara rinci belum bisa dipastikan. Namun alat musik sasando bisa menjadi icon utama bagi NTT nanti. Karena menurutnya sasando adalah alat musik tradisional yang kiprahnya sudah mendunia, dan akan sangat menarik bagi wisatawan mancanegara jika melihat langsung orang NTT memainkannya pada event internasional itu.

“Memang India dan Filipina kemarin itu sangat luar biasa dengan tarian-tarian mereka dan sayangnya kita Indonesia tidak menampilkan satu tarian pun pada ajang sebesar itu. Namun, jika NTT bisa memiliki tempat sendiri tahun depan, kita pasti akan tampilkan berbagai tarian tradisional kita, termasuk dengan fashion show, hingga presentasi-presentasi objek pariwisata dan potensi alam kita di NTT. Bahkan bila perlu kita mengundang para buyers untuk gala dinner bersama guna membangun ikatan dengan mereka,” tuturnya.
Terima Kasih
Sebelumnya Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) NTT Abed Frans mengaku berbahagia karena Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat sudah berjanji mengikuti World Travel Market (WTM) di London, Inggris bersama pelaku pariwisata NTT pada awal November 2018.

“Kami sangat senang dengan pernyataan Pak Gubernur NTT saat kami, pelaku pariwisata NTT bertemu untuk menyampaikan rencana mengikuti WTM. Dan ini merupakan yang pertama pelaku pariwisata didampingi Gubernur NTT,” ujar Abed Frans, Sabtu (6/10) lalu.

Abed mengatakan, selain itu juga Gubernur NTT menyatakan bersedia untuk ikut dalam pertemuan bisnis dengan Tour Operator dari Amerika Selatan dan Karibia pada akhir Oktober nanti di Labuan Bajo “Bahkan, gubernur akan menghadiri pertemuan bisnis tersebut sekaligus memberikan sambutan,” ujarnya

Pada kesempatan tersebut, jelas Abed, Gubernur juga berpesan agar semua destinasi dipromosikan, seperti Sumba, Rote, Alor, dan lainnya. (mg-02/*/H-2)