NTT Jadi Provinsi Pertama Lobi Paviliun di WTM 2019 London

berbagi di:
world_travel_market_2017_750x450-1

 
Menyambut World Travel Market (WTM) 2019 di London, sebuah pameran pariwisata terbesar kedua di Eropa, Provinsi NTT terus mempersiapkan diri. NTT bahkan merupakan provinsi pertama di Indonesia yang melobi pihak penyelenggara untuk memiliki paviliun sendiri, pisah dari paviliun Indonesia.

“Dengan memiliki paviliun sendiri, NTT akan lebih leluasa mempromosikan seluruh potensi wisata yang ada. Tidak seperti pada WTM 2018, di mana NTT bergabung dalam paviliun Indonesia, bersama-sama dengan provinsi lain,” ujar Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Pariwisata, Rocky Pakujawang kepada VN, Kamis (15/11).

“Berdasarkan pengalaman pada WTM 2018, Pak Gubernur melihat langsung bahwa NTT berada di paviliun Indonesia dan harus berbagi tempat dengan daerah lain. Hal itulah yang mendorong beliau meminta agar NTT harus memiliki paviliun sendiri di WTM London 2019 untuk mempromosikan secara lebih maksimal seluruh produk pariwisata di NTT,” jelasnya.

Pakujawang mengatakan, Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)ingin seluruh produk wisata di NTT dipromosikan secara masif di WTM London 2019. Karena itu, sebuah tim kecil sudah dibentuk untuk melobi pihak penyelenggara agar NTT memiliki paviliun sendiri.

“Jika hal ini terjadi maka ini merupakan kali pertama NTT melakukan promosi secara terpadu di luar negeri. Jadi nanti semua potensi pariwisata dari seluruh NTT akan bersatu padu di dalam satu area (paviliun),” ungkap Pakujawang.

Untuk kepentingan melobi pihak penyelenggara, Pekujawang mengaku sudah mengantongi kontak dengan perusahaan penyelengara WTM London 2019, yakni Reed Exhibition. Ia menerangkan bahwa hal ini menjadi pegangan kuat bagi NTT untuk mendapatkan kesempatan memilki paviliun sendiri di arena pameran pariwisata terbesar di dunia itu.

Dengan menempati paviliun sendiri, lanjutnya, NTT akan lebih leluasa membagi jadwal dan agenda promosi untuk seluruh produk wisata di NTT. Dia mencontohkan, semisal pada jam 9 pagi dipentaskan tarian-tarian tradisional, disusul jam berikutnya demo pembuatan tenun ikat, lalu di jam makan siang para tamu disuguhkan aneka menu lokal NTT seperti olahan kelor hingga jagung bose.

Terkait proyeksi rombongan NTT yang akan mengikuti WTM London 2019, Pekujwang menegaskan Gubernur VBL ingin seluruh pelaku industri wisata hadir di event promosi wisata tingkat internasional itu.
Hal ini penting karena para pelaku indsutri wisata bisa secara terpadu menjelaskan langsung kepada para pengunjung mengenai produk kewisataan yang mereka promosikan.

Sementara, Kadis Pariwisata Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu berharap seluruh pemerintah daerah (Pemkab/Pemkot) berkontribusi dalam hal pembiayaan pelaku industri wisata untuk mengikuti WTM London 2019.

“Biaya satu orang saja itu mencapai Rp 70-an juta . Ini tentu besar. Kalau saja setiap pemkab mau membiayai satu saja pelaku pariwisata dari daerahnya, ini tentu akan sangat membantu Pemprov NTT,” ucapnya.

Menurutnya, WTM merupakan ajang yang sangat bagus bagi NTT untuk mempromosikan pariwisata di daerah. Para pelaku industri akan terhubung dengan jaringan internasional dan harus mampu merebut persaingan yang ketat dengan negara lain di dunia. NTT memilki banyak sekali potensi kewisataan yang digandrungi wisatawan mancanegara.

“Ini kompetisi dan kita harus piwai untuk merebut pangsa pasar internasional itu,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan melobi paviliun sendiri, maka NTT akan lebih leluasa mempromosikan produk kewisataannya. Hal ini terkait dengan banyaknya produk kewisataan NTT yang harus mampu di jual kepada seluruh calon pembeli yang datang dari seluruh dunia.
Fasilitas Pariwisata
Sebelumnya, Ketua Asita NTT Abed Frans kepada VN, Rabu (14/11) di Kupang berharap agar ada peningkatan fasilitas pariwisata sebagai bentuk apresiasi keikutsertaan Gubernur NTT tahun pada World Travel Market (WTM) di London. Ini salah satu bentuk perhatian nyata Gubernur kepada pelaku pariwisata di NTT.

Ia menyebutkan dalam sejarah kepemimpinannya di Asita NTT, baru pernah ia mendapati Gubernur NTT mendampingi langsung pelaku pariwisata pada event internasional terbesar kedua di dunia setelah ITB Berlin. Ia sangat
mengapresiasi bentuk dukungan Gubernur VBL pada sektor pariwisata yang juga menjadi salah satu program unggulannya.

“Kami tentu sangat senang dengan keikutsertaan Gubernur NTT tahun pada WTM di London. Ini salah satu bentuk perhatian nyata Gubernur kepada kami sebagai pelaku pariwisata di NTT,” tegasnya.

Ia juga menyebut tahun ini event WTM di London berbeda karena dihadiri beberapa kepala daerah seperti Bupati Lembata, Wakil Bupati Sumba Barat. Ia menyebutkan kesempatan ini merupakan kesempatan yang bagus agar pemda setempat bisa tahu secara langsung destinasi pariwisata di daerahnya dikenal dan disenangi oleh banyak orang.

Ia juga berharap ada pelaku-pelaku wisata lokal yang didatangkan oleh Pemda setempat pada event internasional. Menurutnya itu merupakan bentuk apresiasi pemda terhadap produk yang dihasilkan oleh para pelaku wisata. (mg-05/R-4)