NTT Kirim 5.000 Ekor Sapi ke Kaltim

berbagi di:
Inilah tampak Kapal ternak KM Camara Nusantara 5 bantuan dari Pusat. Gambar diabadikan belum lama ini.

Inilah tampak Kapal ternak KM Camara Nusantara 5 bantuan dari Pusat. Gambar diabadikan belum lama ini.

 

 
Kapal ternak KM Camara Nusantara 5 mengangkut 500 ekor sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Samarinda, Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat setempat pada Hari Raya Idul Adha 1439 H.

“Pengiriman sapi ini ke Samarinda merupakan trayek pertama, dan sesuai dengan koordinasi dengan Dinas Peternakan NTT pengiriman sapi ini juga dalam rangka persiapan untuk kebutuhan Idul Adha,” ungkap Kepala PT Angkutan Sungai, Danau dan Perairan (ASDP) Burhan Z kepada wartawan di Kupang, kemarin.

PT.ADSP (Persero) sendiri diberikan kepercayaan oleh Kementerian Perhubungan menjadi operator untuk mengoperasikan sejumlah kapal ternak yang beroperasi di NTT setelah sebelumnya PT. Pelni yang menjadi operatornya.

Ia mengatakan, untuk pengangkutan pertama berasal dari Kota Kupang sebanyak 200 ekor sapi.

“Namun saat tiba di pelabuhan Atapupu di Kabupaten Belu yang merupakan kawasan perbatasan dengan Timor Leste, ada kurang lebih 300 ekor sapi yang akan diangkut,” ujarnya.

Burhan menjelaskan, untuk pengiriman sapi ke Samarinda, intensitas pengirimannya akan ditingkatkan, karena memang permintaannya banyak.

Oleh karena itu, lanjut Burhan, KM Camara Nusantara 5 yang seharusnya mempunyai rute pelayaran NTT-Samarinda-Celukan Bawang (Bali) kali ini rute ke Celukan Bawang ditiadakan.

“Jadi pengirimannya hanya dari NTT-Samarinda, kemudian dari Samarinda kembali ke NTT untuk pengangkutan,” tambahnya.

Singgah Atapupu dan Wini
Burhan juga mengatakan, kapal ternak KM. Camara Nusantara 5 yang baru beroperasi di NTT ini akan menyinggahi pelabuhan Atapupu dan Wini di perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan menambahkan dua kapal ternak kepada masyarakat NTT setelah sebelumnya sudah ada dua kapal ternak yang dioperasikan di NTT.

Dua kapal ternak yang ditambahkan itu adalah KM Camara Nusantara II dan KM Camara Nusantara V yang operatornya dipercayakan kepada pihak PT ASDP.

Burhan mengatakan, rute sebenarnya dari kapal CN V tersebut adalah Kupang-Wini-Atapupu-Samarinda-Celukan Bawang di Denpasar Bali.

“Dengan menyinggahi pelabuhan Wini dan Atapupu maka peternak di kawasan perbatasan akan sangat terbantu untuk pengiriman sapi, apalagi harga pengiriman sapi dengan kapal ternak masih lebih murah dibandingkan dengan pengiriman sapi menggunakan kapal barang,” tambahnya.

Disamping kapal ternak CN V, kapal ternak CN II juga akan menyinggahi dua pelabuhan perbatasan tersebut, namun rutenya tidak sama dengan CN V. “Kalau CN V rutenya ke Samarinda dan Celukan Bawang, kalau CN II rute terakhirnya di Jakarta kemudian kembali lagi ke Kupang,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Peternakan NTT, Dany Suhadi mengatakan bahwa selama ini Samarinda menjadi langganan tetap pengiriman sapi dari NTT.

Sebelum ada KM Camara Nusantara 5, pengiriman sapi ke Samarinda menggunakan kapal Kargo yang harganya jauh lebih mahal.

“Kami meminta agar pemerintah Kalimantan Timur lebih baik menggunakan kapal pemerintah yang memang sudah ada subsidinya,” tambahnya.

Pengiriman sapi ke Samarinda, lanjut Suhadi, disesuaikan dengan kapasitas penampungan kapal.

Oleh karena itu jelang Idul Adha intensitas pengirimannya akan diperbanyak yang biasanya satu kali ini bisa dua kali.

Ia menambahkan, sampai dengan Agustus 2018, pengiriman sapi ke sejumlah daerah di luar NTT sudah mencapai 42 ribu ekor. (mi/E-1)