OJK Restui Tarif Masuk TNK Naik

berbagi di:
foto-hal-01-cover-061218-heru-kristiyana

Dewan Komisioner OJK Pusat, Heru Kristyana

 

Putra Balimula

Dewan Komisioner OJK Pusat, Heru Kristyana, menyetujui keputusan Pemprov NTT dalam menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo. Hal tersebut ia sampaikan dengan tegas pada acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Kepala Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, bertempat di Pallacio Ballroom Aston, Rabu lalu (5/11).

Turut hadir dalam kesempatan itu, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Haji Anwar Pua Geno, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Naik Tigor Sinaga, perwakilan dari Walikota Kupang, serta jajaran dan direksi Bank NTT.

“Memang biaya masuk ke Taman Nasional Indonesia itu terlalu murah, Pak (Gubernur NTT). Ini satu-satunya. Komodo itu binatang purba dan langka di dunia jadi orang harus merogoh ongkos yang besar untuk bisa lihat. Saya sepakat dengan keputusan Pak Viktor.” kata beliau.

Ia mengaku bukan hanya soal Taman Nasional Komodo sebagai satwa satu-satunya di dunia yang perlu diapresiasi tinggi tetapi juga pesona alam di seluruh Labuan Bajo menuju Taman Nasional Komodo itu pun tak ternilai harganya.

“Perjalanan di Labuan Bajo dan ke Pulau Komodo itu luar biasa. Banyak pulau dan pantai yang luar biasa. Ini pariwisata yang di tempat lain tidak pernah ada sama sekali jadi perlu dihargai.” tambahnya.

Tidak hanya itu, menurut Heru, Provinsi NTT adalah satu-satunya provinsi terkaya di Indonesia dalam hal budaya dan alam pariwisata.

“Disini itu (NTT) tidak jelek. Tidak sepenuhnya yang Pak Viktor bilang itu benar. Disini miskin, jelek, banyak kekurangan, itu tidak benar. Bagi saya sebaliknya, NTT itu punya budaya yang kaya dan pariwisata yang menawan. Tenun ikat, sasando, pantainya yang unik, komodonya. Jadi dana 42 triliun yang diberikan tiap tahun saya rasa sudah tepat dan akan dipergunakan dengan baik.” tanggap Heru.

Ia pun berharap atas kepemimpinan dari Kepala OJK Provinsi NTT yang baru ini dapat memenuhi mimpi dan cita-cita Pemerintah Provinsi NTT dalam programnya untuk memajukan pariwisata.

“Saya harap dengan hadirnya Pak Robert sebagai Kepala OJK Provinsi NTT yang baru dapat memenuhi mimpi dan cita-cita masyarakat dan Pemprov NTT soal memperhatikan pariwisata. Nanti bisa Pak Viktor ‘sentil’ Pak Robert kalau tidak bisa kasih ide baru.”

Sebelumnya, dalam sambutannya Viktor Bungtilu Laiskodat kembali menekankan wacananya untuk menaikkan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo. Tidak hanya itu, ia pun menunjukkan sikap keras soal perlindungan terhadap satwa langka ini.

“Tadi pagi saya WA Menteri Kehutanan tentang Taman Nasional Komodo. Kalau sebulan ke depan tidak diperhatikan maka saya pastikan akan mengusir semua pejabat pusat dari Pulau Komodo dan akan saya ambil alih. Ini cuma satu jadi harus dilindungi.”

Pernyataan itu dilontarkan Viktor Laiskodat lantaran tidak ingin komodo yang ada di Taman Nasional Komodo saling memangsa satu sama lain walaupun hewan melata tersebut tergolong kanibal atau pemangsa sesama jenis.

“Mereka tidak mungkin selamanya kanibal kalau ada alternatif makanan lain di depan hidung mereka! Jadi ini mohon diperhatikan dan saya tegaskan lagi. Komodo itu cuma ada di tempat kita jadi tolong dijaga populasinya.” seru Gubernur NTT ini.

Bukan cuma itu, beliau juga mempertegas akan menghukum siapapun yang merusak atau mengganggu biota dimaksud. Gubernur NTT ini akan menindak tegas siapapun karena baginya suatu tempat dengan predikat Taman Nasional adalah daerah yang mengutamakan hak alam ketimbang hak manusia.

“Yang namanya Taman Nasional artinya disitu tidak ada lagi human right yang utama. Yang utama adalah animal right! Bila ada berbenturan dengan kepentingan macam apapun di Taman Nasional Komodo maka yang diutamakan adalah animal right. Bagaimana kita melakukan proteksi terhadap hewan ini kalau human right di ke depankan. Itu salah besar!” jelasnya.

Ia mengimbau aparat keamanan untuk tidak segan mengambil tindakan keras pada mereka yang merusak atau mengganggu hewan purba di Pulau Komodo.

“Makanya saya tidak tanggung-tanggung menyuruh teman-teman dari Polri dan TNI, bila ada yang menggangu dan merusak Taman Nasional Komodo maka orang itu layak dihilangkan,” katanya.

Viktor Laiskodat pun berpesan kepada Kepala OJK Provinsi NTT terlantik, Robert Sianipar agar ikut bekerja sama dengan langkah yang lebih taktis dan progresif.

“Kenapa saya bicara hal ini di saat pelaksanaan pelantikan ini? Karena saya sepenuhnya minta dari OJK di bawah kepemimpinan yang lebih bertindak taktis dan progresif untuk NTT ke depanny,” tutupnya. (bev/ol)