Ombudsman NTT: Segera Benahi Manajemen RSUD Johannes

berbagi di:
Ommbudsman NTT: Segera Benahi Manajemen RSUD Johannes

 
Kepala Ombusdman NTT Darius Beda Daton mengaku sudah mendapatkan informasi soal kehabisan obat jenis tertentu dan juga kebocoran ruang NICU di RSUD W.Z. Johannes Kupang.

Ombusdman NTT sudah berkoordinasi dengan manajemen RSUD Johannes mengenai ketiadaan obat dan dibenarkan bahwa memang ada obat-obat jenis tertentu yang kosong. Pihaknya sudah meminta agar obat-obatan diusahakan agar selaku tersedia.

Khusus obat kanker, kata dia, mestinya harus tersedia karena pasien kanker dikemoterapi secara teratur, dan jika tidak ada maka akan membahayakan pasien.

Ia yakin RSUD Johannes punya dana tetapi manajemen pengadaan obatnya yang perlu dibenahi. Selain itu, diperlukan PPK khusus perbekalan farmasi yang konsentrasinya hanya untuk pengadaan obat. Sebab, RSU tersebut merupakan rumah sakit rujukan sehingga pelayanannya harus lebih baik.

“Mudah-mudahan Gubernur bisa melihat masalah ini sehingga dapat menunjuk orang yang tepat. Selain itu, Pak Direktur rumah sakit kan sudah jadi Kadis, jadi memang harus ganti direktur juga,” jelasnya.

RSUD Johannes, lanjutnya, memiliki pegawainya sekitar 1.500 orang sehingga diperlukan “manager” yang handal. “Hutang tak masalah asal memperhatikan waktu bayar, sehingga sistem di perusahaan farmasi tidak otomatis menutup jika lebih dari beberapa bulan. Belum lagi soal dokter yang juga praktik di luar rumah sakit pada jam yang sama. Ini juga mengganggu pelayanan dan menimbulkan persoalan,” pungkasnya. (mg-08/mg-01/paa/E-1)