PA-PPK Diminta Persiapkan Kelengkapan Dokumen Pelelangan

berbagi di:
foto-hal-01-sosialisasi-barang-dan-jasa

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi NTT Sipri Kelen menjelaskan hal-hal teknis dalam proses persiapan dokumen lelang kepada PA dan PPK semua OPD lingkup Pemprov NTT dalam kegiatan sosialisasi konsolidasi pengadaan barang dan jasa di aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Kamis (28/2). Foto: Jumal Hauteas/VN

 
Jumal Hauteas

Kepala BPBJ Setda Provinsi NTT Sipri Kelen mengatakan para Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di semua OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT harus menyiapkan kelengkapan dokumen proyek sebelum dimasukkan ke Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Provinsi NTT untuk proses lelang. Kesiapan dan kelengkapan dokumen akan memperlancar proses lelang.

“Jika ada kendala, silakan konsultasi ke Klinik BPBJ,” ujarnya dalam penutupan kegiatan Sosialisasi dan Konsolidasi Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah TA 2019 yang diselenggarakan di aula Fernandez lantai empat Kantor Gubernur NTT, Kamis (28/2).

Kelen meminta semua PA dan PPK untuk melaporkan kepada BPBJ semua proyek yang nilai kontraknya kecil sehingga proses pengadaannya tidak harus melalui proses lelang, dan hanya dilakukan melalui penunjukan langsung (PL), dengan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Hal itu dimaksudkan agar saat diproses di setiap OPD, datanya ikut terpantau oleh BPBJ.

“Untuk proyek yang PL itu tetap dilakukan di setiap OPD, tetapi kami minta untuk dimasukkan ke SIRUP sehingga kami di BPBJ bisa tahu bahwa proyek-proyek PL di setiap OPD mana-mana yang sudah dilakukan. Jadi bisa menjadi rekapan kami secara keseluruhan. Karena selama ini kami hanya tahu yang lelang umum, sehingga saat kami diminta data secara keseluruhan kami tidak bisa menjelaskan,” jelasnya kepada VN usai kegiatan tersebut.

Klinik BPBJ, ujar Kelen, merupakan terobosan yang sudah dilakukan sejak 2018 lalu untuk membantu PPK di setiap OPD melakukan persiapan dan kelengkapan dokumen setiap proyek dengan cermat dan lengkap dalam waktu yang singkat, sehingga tidak ada proyek yang tertunda hanya karena PPK-nya kurang mengerti kelengkapan dokumen.

“Kami ada belasan ‘dokter ahli’ di Klinik BPBJ yang siap membantu teman-teman PPK. Beberapa di antaranya sudah ahli di bidang pengadaan barang dan jasa tingkat nasional dan internasional. Jadi kita sudah lakukan sejak tahun lalu dan semuanya berhasil kita lelang, dan hasil pekerjaannya juga baik di lapangan. Jadi kami minta teman-teman PPK yang baru, tidak usah ragu untuk datang konsultasi, karena pasti akan dibimbing secara profesional untuk bisa dilakukan percepatan dalam proses lelang,” tandasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Benediktus Polo Maing dalam sambutannya mengatakan, semua PA dan PPK, baik yang baru maupun yang lama agar bisa mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan baik, agar nantinya dapat mengaplikasikannya di OPD masing-masing dan percepatan proses lelang tender proyek yang dibiayai dari APBD Provinsi NTT tahun 2019 bisa segera dilaksanakan untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat NTT. (mg-02/pol/E-1)