Pakai Lipstik ke Sekolah, Puluhan Siswi Disuruh Kumur dengan Air Kloset

berbagi di:
pakai lipstik

 

 

Puluhan siswi SMKS Dua Putra Biinmaffo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur dihukum karena menggunakan lipstik ke sekolah. Kepala sekolah Alfred Banafanu menyuruh para siswi berkumur untuk membersihkan bibir mereka dengan air kloset yang diambil dari toilet di sekolah itu.

Hukuman ini mengundang reaksi keras dari para orangtua siswi. Mereka menilai hukuman tersebut tidak manusiawi dan tidak mendidik, bahkan merendahkan martabat para siswi sebagai manusia. Mereka mengancam melaporkan kepala sekolah ke pihak berwajib.

Daniel Meta, salah satu orangtua siswi yang dihukum, kepada VN di Kefamenanu, Kamis (18/10), mengatakan anaknya dan siswi lain diganjar hukuman tersebut karena menggunakan lipstik ke sekolah.

“Pemberian hukuman itu saya tahu dari putri saya. Ini sangat tidak manusiawi. Tidak mendidik. Mereka semua yang dihukum sampai muntah-muntah,” katanya.

Sebagai orangtua, dia mengecam pemberian hukuman itu. “Kami bukannya menolak jika pihak sekolah menghukum anak kami yang langgar tata tertib sekolah. Tapi, berikanlah hukuman yang mendidik atau yang bisa mendorong mereka menjadi semakin baik. Ini bukan hukuman yang baik. Siswi yang mendapat hukuman ini jelas akan terganggu secara psikologis maupun kesehatannya,” keluh Daniel.

Setelah memperoleh pengaduan dari putrinya, Daniel langsung ke sekolah untuk menemui kepala sekolah dan guru-guru guna meminta penjelasan. Saat itu, kepala sekolah beralasan air kloset tersebut tidak diminum, tetapi digunakan untuk berkumur.

Sang kepsek, kata Daniel, meralat sendiri ucapakannya itu dengan mengatakan bahwa air kloset tidak dipergunakan untuk berkumur tetapi hanya untuk melap bibir para siswi untuk menghilangkan lipstik.

“Kepala sekolah tidak menunjukkan sikap menyesal akan hukuman di luar batas kewajaran kepada anak didiknya,” sesal Daniel.

Dia kembali memastikan akan melaporkan tindakan tak manusiawi itu kepada pihak yang berwajib. Sebab, jika dibiarkan, maka bukan tidak mungkin ke depan akan lebih banyak pendidik yang sewenang-wenang memberikan hukuman pada anak didiknya di sekolah.
Kepsek Benarkan
Kepala SMKS Dua Putra Biinmafo, Alfred Banafanu yang dikonfirmasi VN, kemarin, membenarkan pihaknya memberikan hukuman bagi para siswi yang menggunakan listik ke sekolah. Tapi, para siswi yang dihukum tidak disuruh meminum air kloset melainkan menggunakan air yang diambil dari kloset untuk mencuci bibir mereka agar bersih dari lipstik.

Dia mengaku menyuruh salah seorang siswa mengambil air koset dari toilet di sekolah itu, untuk digunakan para siswi mencuci bibir. Ia terpaksa menggunakan jenis hukuman tersebut karena para siswi tidak mempedulikan teguran pihak sekolah. Para siswi yang dihukum, kata dia, adalah orang yang selalu membangkang dan terus-terusan menggunakan lipstik ke sekolah. Larangan menggunakan lipstik di sekolah, kata dia, juga sudah disampaikan ke para orangtua.

“Hukuman itu adalah langkah terakhir yang saya tempuh untuk memberikan efek jera. Meski sudah diingatkan berulang kali, mereka tetap membangkang. Tetap gunakan lipstik ke sekolah. Saya akui hukuman ini berlebihan dan tidak manusiawi, tapi ini dimaksudkan untuk membuat mereka menjadi manusia,” tutupnya. (kon-01/D-1)