Pansel Sekot belum Dibentuk

berbagi di:
seleksi calon sekda

 
Yes Balle

Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang sejauh ini belum membentuk Panitia Seleksi (Pansel) seleksi pejabat untuk posisi Sekretaris Daerah Kota (Sekot) Kupang. Pemkot masih konsentrasi melakukan pemetaan kompetensi para pejabat untuk menempati pimpinan tinggi pratama.

Demikian penjelasan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Kota Kupang, AbrahamĀ  Manafe yang ditemui di Hotel Naka, kemarin.

Abraham mengatakan, proses pengisian jabatan Sekot Kupang baru dilaksanakan setelah pelaksanaan seleksi kompetensi pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup Kota Kupang. Uji kompetensi ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengisian jabatan tinggi pratama, termasuk di dalamnya adalah jabatan Sekot Kupang.

Setelah seleksi melalui kompetensi ini, jelas dia, Pemkot baru akan membentuk Pansel untuk menyeleksi para pejabat menjadi Sekot Kupang. Pansel saat ini yang sudah bekerja adalah pansel yang terkait dengan uji kompetensi para pejabat eselon II.

“Walau demikian, hasilnya juga akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan seleksi para pejabat yang akan mendaftarkan diri menjadi calon Sekot Kupang,” kata Abraham.

Ia mengatakan, Pemkot Kupang belum membuka pendaftaran calon Sekot Kupang akrena sesuai aturan yang berlaku, proses seleksi calon Sekot akan dilakukan terbuka melalui pansel yang dibentuk. Dengan demikian, pejabat dari mana saja bisa mengikuti seleksi tersebut, yang terpenting memenuhi syarat yang diatur dalam aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, maka pengisian jabatan tinggi pratama harus melalui tahapan seleksi. Salah satunya adalah seleksi kompetensi,” papar Abraham.

Terpisah, Penjabat Sekot Kupang Thomas Jansen Ga yang dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin, mengatakan, pelaksanaan uji kompetensi baru berakhir Sabtu (20/10) mendatang. Setelah itu, baru dibentuk Pansel Sekot.

“Jadi setelah uji kompetensi ini barulah kita siapkan langkah berikut untuk melakukan seleksi bagi para pejabat yang akan menduduki jabatan sebagai Sekot Kupang. Prinsipnya kita bekerja sesuai aturan yang berlaku,” kata
Thomas.

Terkait desakan DPRD Kota Kupang, Thomas mengatakan, Sekot merupakan pimpinan tertinggi ASN lingkup Pemkot Kupang. Proses pengisian jabatan Sekot harus sesuai aturan yang berlaku, antara lain melalui tahapan-tahapan seleksi yang sudah diatur.

“Prinsipnya kami tetap bekerja sesuai aturan dan regulasi yang berlaku dalam menentukan Sekot Kupang defenitif. Kita tidak bisa main-main karena ini menyangkut pimpinan tertinggi ASN dalam lingkup Pemkot Kupang,” tandas Thomas yang dikabarkan tahun depan telah memasuki masa pensiun tersebut.

Sebelumnya, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Kupang Adi Talli, Rabu (17/10) meminta Pemkot segera memproses pengisian jabatan Sekot Kupang yang berakhir Desember 2018.

Adi meminta Pemkot tidak mengambil pejabat dari luar untuk mengisi jabatan Sekot sebab, para pejabat di Kota Kupang memiliki kompetensi dan kapabilitas untuk menjadi Sekot.

Anggota DPRD Kota Kupang Nicky Uly menambahkan, saat ini para pejabat di lingkup Pemkot Kupang sudah memiliki kapasitas dan kapabilitas bahkan kompetensi yang teruji untuk menjadi Sekot. Karena itu, Pemkot memberdayakan pejabat “internal” dan jangan “mendatangkan” pejabat dari luar Pemkot untuk menjadi Sekot. (yes/D-1)