Pantai Warna Oesapa Hancur Dihantam Gelombang

berbagi di:
20190124_083421

Salah satu pemilik kafe sedang mengambil puing-puing barang yang tersisa. Foto: Alfret Otu/VN

 

 

Lokasi wisata Pantai Warna Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur porak-poranda dihantam gelombang air laut karena hujan deras, Kamis (24/1). Kafe-kafe di pesisir habis disampu gelombang.

Pantaun VN, kemarin siang, para pemilik kafe terlihat sedang memgumpulkan pun dari kafe yang masih tersisa.

Pemilik Kafe J20, Ribca Oktafianus mengaku pasrah karena merugi.

“Ini kejadian alam, kita tidak bisa menduga. Semua sudah terjadi. Kami kira gelombang besar sudah berlalu karena itu terjadi Desember kemarin,” katanya.

Dia mengatakan usaha kafe tak hanya menguntungkan diri dan keluarganya, namun mendatangkan manfaat ekonomis bagi pihak lain, termasuk masyarakat.

“Kami gunakan pekerja dan tentu harus diberi upah. Masyarakat yang datang berwisata di sini juga kan terbantu dengan kehadiran kafe-kafe ini. Ya, saling menguntungkan,” ucapnya.

Belakangan ini Pantai Warna Oesapa menjadi salah satu tempat favorit warga selain Lasiana. Dia mengaku usaha-usaha kafe yang ada mendukung sektor pariwisata yang kini giat digalakkan pemerintah.

Pemilik Kafe Giant, Joy Putra Adu mengatakan, sebelumnya Pantai Oesapa tak banyak dikenal. Tak ada geliat di pantai itu.

“Dulu orang jarang datang ke sini dan kurang kenal Pantai Oesapa ini, bahkan tidak ada yang kenal. Namun dengan hadirnya panguyuban para pelaku pariwisata dengan mengkonsepkan dan menyulap tempat ini dengan beragam usaha parwisata dan hiburan, maka pantai ini mulai ramai sampai sekarang,” tuturnya.

Dia berharap gelombang besar segera berlalu agar aktivitas di pantai normal kembali. Apalagi banyak warga lokal yang mengandalkan aktivitas usaha di pantai itu sebagai penopang ekonomi keluarga. (mg-07/mg-06/mg-08/C-1)