Pasola Wanukaka Berlangsung Meriah

berbagi di:
Pasola Wanukaka Berlangsung Meriah

Event pasola di lapangan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (26/2) kemarin dipadati ribuan penonton, termasuk wisatawan.

Event pasola di lapangan Wanukaka, Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (26/2), berlangsung meriah. Disaksikan ribuan warga, termasuk wisatawan, ratusan ekor kuda sandelwood bersama penunggangnya terlibat dalam permainan perang antardua kelompok pasukan berkuda dengan senjata tombak kayu (lembing) itu.

Event budaya yang kini sudah menjadi agenda rutin tahuna itu disaksikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar, dan staf ahli Presiden RI, Goris Mere. Ketiganya bahkan mendapatkan gelar kehormatan dari para rato saat menyaksikan pasola.

Hadir pula Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Tengah, Paulus S K Limu, Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, mantan Bupati Sumba Tengah, Umbu S Pateduk, Ketua DPD I Golkar NTT, Melkiades Laka Lena, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Event pasola Wanukaka dinilai sukses karena berlangsung aman dan meriah. Sebelum puncak event kemarin, sudah diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti bazar tenun ikat dan aneka kegiatan lainnya.

“Tahun ini jauh lebih bagus. Semua sudah ditata bagus dan sudah dipersiapkan matang sehingga tidak ada persoalan. Bahkan dari sisi jumlah, masyarakat yang hadir tahun ini jauh lebih banyak. Saya pikir ini tidak hanya karena efek festival pasola itu tapi juga akibat kesadaran masyarakat,” ungkap Bupati Niga Dapawole usai mendampingi Gubernur VBL dan rombongan menyaksikan pasola.

Melki Laka Lena juga memberi apresiasi. Menurutnya, pasola yang kini masuk agenda rutin pariwisata NTT sudah jauh lebih tertata dan lebih meriah ketimbang tahun sebelumnya.

“Saya kira ini sudah sesuai dengan visi pemimpin NTT kita bahwa pariwisata harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, dan itu saya temukan di Wanukaka ini. Kemasan acaranya sudah terkonsolidasi baik, kemasan kegiatan juga sudah jauh lebih baik, apalagi tadi saya amati apa yang menjadi masukan buat kepariwisataan seperti menjaga kebersihan, pelayanan dan juga manfaat bagi masyarakat di sekitarnya sudah mulai diterapkan,” katanya.

Dia menyarankan agar infrastruktur pendukung pariwisata, termasuk event pasola itu, perlu terus dibenahi. “Mulai dari jalan, restoran, toilet dan yang paling penting adalah SDM di sekitar tempat wisata. SDM kita harus siap karena ini agenda besar tentu tenaga kepariwisataan pun harus kita siapkan. Selain itu perlu sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk menggairahkan pariwisata. Misalnya menyiapkan narasi tentang pasola sehingga semua yang hadir bisa mengetahui sejarah tentang pasola,” pungkasnya.

 

Kekuatan NTT
Gubernur VBL menjawab wartawan usai menyaksikan pasola, kemarin, menyebutkan kekuatan terbesar NTT ada di pariwisata.

“Dan pasola Sumba yang digelar hari ini (kemarin) adalah upaya kita memperkuat nilai budaya sebagai salah satu bagian dari pariwisata itu sendiri,” ucapnya.

Apalagi Sumba sebutnya adalah pulau eksoktis dengan memadukan atraksi budaya dan pesona alam. Sehingga perlu ada promosi luar biasa untuk membuat Sumba menjadi semakin dikenal khalayak.

“Inilah peran teman-teman jurnalis. Pasola yang hari ini tampak luar biasa tidak ada artinya tanpa teman-teman semua. Oleh karena itu saya sangat berterima kasih kepada teman-teman jurnalis yang ikut berperan dalam membangun pariwisata NTT,” ujarnya.

Selain promosi, ungkapnya, Pasola Sumba juga perlu dibenahi kemasannya salah satunya dengan membuat napak tilas mulai dari Kampung Adat Waiwuang-Kodi-Lamboya-Wanukaka dalam kemasan festival pasola selama seminggu lamanya.

“Dan semua libur dan semua diwajibkan mengenakan pakaian adat Sumba. Sedangkan untuk kubur Umbu Dula dan kubur Perempuan yang ada di kodi tidak kita pindahkan tapi kita perbaiki supaya history yang dibangun itu membenarkan bahwa kisah ini benar terjadi. Dan kita harapkan cerita yang ada itu harus jadi kekuatan dari atraksi pasola. Itu menjadi nilai budaya yang luar biasa yang kita miliki,” pungkasnya. (mg-09/S-1)