Pedagang Sayur Ditemukan Tak Bernyawa di Pasar Kasih

berbagi di:
ilustrasi jenazah

Mutiara Malahere

Mikael Beis (47) seorang pedagang sayur asal Kabupaten TTS, Nusa Tenggara Timur ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di lapak tempat ia sering menjual sayur di Pasar Kasih Naikoten, Kamis (5/10) sekitar pukul 07.00 Wita.

Jasad korban ditemukan warga dalam di antara tumpukan karung yang berisi dagangan sayur.

Salah seorang saksi Mila Oina (44) mengatakan awalnya sekitar pukul 00.00 Wita, ia dan korban masih sempat membereskan dagangannya sambil beercerita dengan pedagang lainnya.
Usai membereskan barang dagangan, lanjut Mila, ia pulang ke rumah untuk beristirahat sementara korban masih tetap berada di lapak jualannya.
Kemudian sekitar pukul 06.00 wita, tambah Mila, dirinya mendapat kabar bahwa korban telah meninggal dunia.

“Kami sempat bersama-sama di pasar untuk membereskan barang dagangan, lalu saya pulang ke rumah dan korban masih ada di pasar, kemudian saya baru mendengar informasi bahwa korban sudah meninggal dunia,” jelas Mila.

Adik kandung korban, Nikson Beis mengatakan sehari sebelumnya, Rabu (4/10), korban masih sempat mengunjunginya di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah.

Pada sore hari, lanjut Nikson, korban pamit ke Pasar Kasih Naikoten untuk berjualan sayuran. Ia baru mengetahui korban telah meninggal dunia setelah mendapat telepon dari salah sati temannya yang berada di Pasar Kasih Naikoten.

“Saya sangat kaget setelah mendapat kabar tersebut dan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan kematian korban,” ungkap Nikson.

Sekitar pukul 06.30 wita, polisi yang sedang piket di Polda NTT bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Naikoten I langsung mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian.

Pukul 07.30 wita, piket SPKT Polsek Oebobo dan Unit Identifikasi Polres Kupang Kota melakukan olah TKP dan mengidentifikasi jenazah korban.

Usai melakukan olah TKP, sekitar pukul 07.50 wita, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSU Prof. dr. WZ Johanes Kupang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Kapolsek Oebobo Polres Kupang Kota AKP Fajar Virgantara mengatakan berdasarkan hasil visum sementara tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban, namum pihaknya menemukan ada air seni yang keluar dari kemaluan korban.

“Identitas korban menjelaskan bahwa korban berasal dari Kabupaten TTS dan datang ke Kota Kupang untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarga, dan selama korban di Kupang dirinya tinggal dan tidut pada Lapak jualannya di dalam lokasi Pasar Kasih,” tambah Virgantara.

Ia menambahkan adik kandung korban mengatakan selama ini korban tidak memiliki riwayat penyakit dan pihak keluarga telah ikhlas menerima kematian korban. (bev/ol)