Pelaku Pariwisata Minta Bahas Tarif TNK dengan Gubernur VBL

berbagi di:
** Advance for story Indonesia Dragons vs. Humans by Irwan Firdaus **  A Komodo dragon basks in the sun as villagers watch at a beach on Komodo island, Indonesia, Thursday, April 30, 2009. Attacks on humans by Komodo dragons _ said to number at around 2,500 in the wild _ are rare, but seem to have increased in recent years. Komodo dragons have a fearsome reputation worldwide because their shark-like teeth and poisonous saliva can kill a person within days of a bite. (AP Photo/Dita Alangkara)

(AP Photo/Dita Alangkara)

 

Anggota ASITA NTT meminta dialog khusus bersama Gubenur VBL terkait kenaikan tarif masuk Taman Nasional Komodo (TNK) . Hal ini disampaikan DPC ASITA Ende dan Manggarai Raya dalam Musda IV 2018 ASITA NTT di Kupang, Senin (10/12).

Perwakilan DPC ASITA Ende Cheli mengatakan bahwa Gubernur NTT perlu melakukan dialog bersama dengan masyrakat dan pelaku pariwisata. Dialog ini diharapakan dapat memberikan solusi terbaik mengenai tarif masuk Taman Nasional Komodo.

“Karena saat ini banyak sekali perdebatan mengenai tarif TNK yang akan naik, maka dengan adanya dialog semoga akan mengurangi polemik tersebut di masyarakat khususnya di DPC ASITA, ” jelasnya.

Sementara itu Kadis pariwsata dan Ekonomi kreartif Provinsi NTT Marius Jelamu dalam sambutan Musda IV 2018 ASITA NTT mengatakan kenaikan tarif TNK hingga 500 dolar itu wajar. Menurutnya hal ini karena komodo istimewa, hanya ada di NTT.

“Sesuatu yang istimewa harus diapresiasi dengan harga yang mahal”, ucapnya.

Menurutnya, tahun 1980-an UNESCO telah menetapkan komodo sebagai alam yang tiada taranya. Selain itu juga tahun 2014 komodo masuk dalam satu dari tujuh kejaiban dunia. Hingga saat ini komodo juga menjadi satu-satunya spesies yang ada didunia yang digunakan oleh Ilmuwan sebagai sampel untuk melihat kehidupan di jaman purba kala.

Rentetan predikat itu membuat Gubenur VBL ingin menaikan tarif TNK kepada turis yang akan berkunjung. Ia mengatakan fenomena di Indonedia ialah para pelaku wisata memberikan harga yang sangat murah bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam yang spesial dan tidak dapat dinilai harganya.

Jelamu mengatakan saat ini Gubernur VBL sedang merancang Pergub mengenai tour guide yang ada di NTT haruslah masyarakat lokal. Tujuannya, untuk pemberdayaan masyarakat.

Hal ini juga menjawab keresahan beberapa pelaku pariwisata di NTT yang menyampaikan bahwa saat ini telah banyak tour guide asing yang secara ilegal datang dan mencari uang di lokasi pasriwisata yang ada di NTT. (mg-05/H-2)