Pembeli Kesal Jalan Pasar Berlubang

berbagi di:
img_20181227_150749

Selain berlubang, jalan di dalam area Pasar Kasih Naikoten 1 Kupang juga sangat sempit. Tampak sebuah truk melintas di pasar tersebut dan pengendara sepeda motor berusaha menghindar. Gambar diabadikan kemarin. Foto: Putra Balimula/VN

 

 

Putra Balimula

Para pembeli di Pasar Kasih Naikoten I dan Oeba Kupang mengaku kesal dan tak nyaman dengan kondisi jalan dalam pasar yang nyaris berlubang dan berlumpur seluruhnya.

Hal tersebut dituturkan beberapa pembeli di kedua pasar dimaksud kepada VN, Minggu (6/1). Salah satu pembeli di Pasar Kasih Naikoten 1 yang diketahui bernama Sofia Nuban mengaku kondisi jalan yang berlubang tersebut membuat aktivitas berbelanja tak nyaman apalagi sehabis hujan jalanan tersebut akan berlumpur karena digenangi air.

“Tidak nyaman. Biasanya kalau hujan seperti kemarin-kemarin saya malas ke pasar karena kalau jalannya rusak pasti nanti becek. Ini mau belanja cepat-cepat daripada nanti hujan,” jawab Sofia kepada VN setelah membeli beberapa jenis sayur.

Sofia mengaku ia kerap berhati-hati saat berjalan di jalan yang berlubang tersebut. Tak jarang ia harus menghindari pengendara sepeda motor yang biasanya memotong jalannya.

“Yang menggunakan jalan ini bukan saja pejalan kaki, tetapi pengendara sepeda motor. Sehingga ketika mereka lewat pejalan kaki langkahnya terhenti dan pasti kena percikan lumpur dan air.” keluhhya lagi.

Rusman Tawil, salah seorang pemuda yang biasa mengantarkan ibunya membeli ikan di Pasar Oeba pun memberikan pendapat yang tak jauh berbeda dengan Sofia. Meski di lokasi pasar yang berbeda Rusman mengaku kondisi jalan di Pasar Oeba pun tidak jauh berbeda dengan kondisi di Pasar Kasih Naikoten 1.

“Sama saja. Pasar di Kupang mana yang jalannya tidak rusak? Kalau bukan rusak jalannya pasti kotor dan bau.” ungkap Rusman.

Rusman, warga Oepoi ini mengaku persoalan jalan yang berlubang ini bukan masalah baru. Selama ini sudah berlubang dan selalu rusak jauh sebelum musim penghujan dan apabila hujan turun, maka kondisi jalan akan semakin parah tetapi ini kurang diperhatikan sehingga masalah yang sama terulang.

“Namanya kita bonceng orang tua jadi mau tidak mau kita harus hati-hati apalagi kalau sudah bawa belanjaan yang banyak pasti kita susah payah hindari jalan yang rusak begitu. Mulai dari jalan masuk yang dekat kolam itu
saja sudah rusak dari dulu sampai sekarang begitu saja.” jelas Rusman.

Baik Sofia dan Rusman berharap agar jalanan yang rusak tersebut segera diperbaiki dalam tahun ini agar aktifitas perbelanjaan tidak terganggu lagi dan pembeli mendapatkan kenyamanan.

Berkaitan dengan kerusakan jalan seperti itu pun tidak hanya terjadi areal jalan di pasar. Beberapa jalan umum pun mengalami kerusakan dan berlubang sehingga bila hujan mengguyur jalanan tersebut pun akan berlumpur.

Salah satu ruas jalan seperti dimaksud adalah Jalan Anggrek, Kelurahan Oebufu Kupang tepatnya di pertigaan menuju rstoran Telaga Opa menuju Taman Budaya Gerson Poyk yang saat ini sudah sangat memperihatinkan. Belum diketahui secara pasti penyebab rusaknya jalan tersebut setiap tahunnya namun kondisi jalan yang sering dilalui mobil tanki air bersih ini kini sudah rusak parah. Pengendara motor pun terlihat kesulitan melintasi jalan tersebut.

Anis yang kebetulan singgah di sebuah kios setelah melalui jalan tersebut mengutarakan keresahannya kepada VN.

“Becek parah. Kalau kita pelan-pelan salah, nanti mobil tanki lewat kita kena percikan air. Kalau kita cepat-cepat bisa-bisa kita yang jatuh. Mau tidak mau kita keluar jalur. Biar becek asal tidak terlalu berlubang.” ungkap Anis. (mg-06/E-1).