Pemkot Diminta Serius Wujudkan Janji Bangun Sirkuit Balap

berbagi di:
foto-hal-01-cover-091018-wali-kota-jefri

 

 

Rencana Pemerintah Kota Kupang membangun sirkuit balapan di wilayah Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp 100 miliar. Pemkot diminta serius mewujudkan rencana tersebut.

Demikian intisari pemandangan umum Fraksi NasDem terhadap pengantar nota keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Kupang Tahun Anggaran 2019, yang disampaikan dalam sidang DPRD Kota Kupang, kemarin.

Dalam pemandangan umum fraksi yang dibacakan jurubicaranya, Juventus Tukung, NasDem meminta Pemkot serius menindaklajuti pembangunan sirkuit tersebut. Apalagi, lanjutnya, lahan untuk pembangunan sirkuit sudah ada, yakni di Kelurahan Naioni.

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore dalam tanggapan terhadap pemandangan umum Faksi NasDem tersebut, menjelaskan Pemerintah Kota Kupang sependapat dan memberi apresiasi kepada Fraksi NasDem atas dukungannnya terhadap keinginan pemerintah untuk menyediakan sirkuit terpadu di Kota Kupang untuk menyalurkan potensi kepemudaan dan olahraga yang makin maju dan berkembang.

“Perlu disampaikan bahwa kini pemerintah sementara memproses penyediaan sirkuit terpadu Kota Kupang yang representatif dan diharapkan segera terealisasi sesuai harapan bersama,” sebutnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Kota Kupang, Edjben Doeka, yang dikonfirmasi VN, kemarin, menjelaskan, pembangunan sirkuit dimaksud membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Dan itu sudah dianggarakan Rp 1 miliar,” sebutnya.
Karena dananya besar, kata dia, maka pihaknya menggunakan beberapa pola atau pendekatan dalam hal penganggaran. Pendekatan pertama, kata dia, berharap adanya pembiayaan dari Pemerintah Pusat.

Rencana tersebut diawali dengan perencanaan pembangunan sirkuit terpadu itu.

“Jadi item-item yang ada yang perlu kita tambah dan kurangi,” ujarnya.
Sebab setelah penyelesaian detail engineering design (DED) yang juga membutuhkan banyak penyempurnaan lagi. Sehingga kalau DED-nya itu selesai sudah dimulai dengan pembangunan. Jadi penganggaran kali ini kita masuk dulu DED-nya, setelah itu administrasinya kita persiapkan, misalkan sertifikat dan beberapa peryaratan administrasi lainnnya,” ujarnya.

Dia berharao bisa mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat dan juga DPRD Kota Kupang untuk mewujudkan rencana tersebut. “Setelah selesai DED-nya, maka memungkinkan ke tahap tertentu dari pembagunan fisik konstruksinya,” pungkas dia.

 
Ide Jonas Salean
Rencana pembangunan sirkuit khusus balap sudah dicanagkan Pmerintah Kota Kupang ketika masih dipimpin Wali Kota Jonas Salean. Bahkan jauh ketika Jonas masih menjabat Sekda kota Kupang sekaligus Ketua Pengprov IMI NTT.

Saat menjadi Wali Kota, Pemkot kabarnya telah membebaskan lahan seluas 30 ribu meter lebih persegi, di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak yang sesuai rencana akan dibangun sirkuit balap.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Setda Kota Kupang Yanuar Dally kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Kupang ketika itu, menjelaskan bahwa
lahan seluas itu, dibeli pemerintah dari pemilik warga di Kelurahan Naioni dengan nilai yang tidak terlalu besar, dan saat itu semua dokumen pembelian telah rampung dan telah diserahkan ke Badan
Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang, untuk proses sertifikasi.

Menurutnya, di tahun 2017, Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan dana sebesar Rp 300 juta untuk sertifikasi sejumlah lahan, yang telah siap disertifikat, termasuk lahan untuk sirkuit.

Jonas kala itu mengatakan, pemerintah Kota Kupang berencana untuk membangun sirkuit balap yang reprsentatif di Kota Kupang. Rencana pembangunan sirkuit itu untuk menjadi tempat penyaluran bakat balap anak muda di Kota Kupang, yang ingin mengembangkan bakatnya. “Dari pada anak-anak dibiarkan balap dijalanan dan membahayakan jiwa mereka, pemerintah berinisiatif untuk membuat sirkuit balap,” katanya.(mg-03/noc/H-2)