Pemprov NTT-Konjen RRC Gelar Perayaan Imlek

berbagi di:
bantuan-radio_20160611_110827

 
Dalam rangka mendorong pariwisata sebagai penggerak ekonomi seperti yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), maka Pemprov NTT bekerja sama dengan Konjen Republik Rakyat China (RRC) yang berkedudukan di Bali akan merayakan Imlek di Aston Kupang Hotel dan Sumba Timur.

Selain perayaan Imlek, juga dilaksanakan pentas seni budaya untuk menarik minat para wisatawan asal negara Tirai Bambu berwisata ke-NTT selain Bali.

Hal tersebut diungkapkan Asisten III Setda Provinsi NTT, Stefanus Ratoe Oejoe selaku ketua panitia dari pihak pemerintah saat melakukan jumpa pers di Kupang, Selasa (12/2) bersama Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTT, Hengki Liyanto serta Ketua Panitia PSMTI, Hengki Famdale.

Menurutnya, perayaan Imlek bersama PSMTI sudah berlangsung selama empat tahun dan target dari kegiatan tersebut adalah untuk melakukan pertukaran budaya antar kedua negara sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia khususnya NTT.

Dalam pertunjukkan tersebut pemerintah akan memberikan ruang lebih kepada seniman asal Tiongkok untuk lebih banyak menunjukkan kesenian dari negara itu. Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, menambah wawasan masyarakat terkait pariwisata, kebudayaan, dan tentunya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sementara Ketua Panitia Perayaan Imlek, Hengki Famdale mengatakan perayaan Imlek dan pertunjukkan seni antara Pemprov NTT dan Konjen RRT di Kupang dan Sumba Timur merupakan kegiatan tahunan. Tetapi, jelasnya, tahun ini kegiatan tidak hanya sebatas kesenian dan budaya, tetapi untuk mendorong kemajuan pariwisata NTT berkaitan dengan program besar Gubernur NTT. Sehingga PSMTI mengharapkan kedatangan tim dari RRT dapat menunjang pertumbuhan pariwisata NTT.

Selain itu, dalam perayaan ini ada pertukaran budaya, sehingga RRT mendatangkan tim kesenian yang jumlahnya mencapai 25 orang terdiri dari penari, pemain sulap dan lainnya.

Kegiatan akan digelar di dua tempat, yakni di Aston Kupang Hotel, 14 Februari dengan menghadirkan 750 undangan dan yang hadir tidak hanya warga Tionghoa, tetapi para pejabat Pemprov NTT, pengusaha, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat dan Konjen RRT bersama istri serta rombongan yang berjumlah 30 orang. Rombongan Konjen RRC akan tiba di Kupang, hari ini, Rabu (13/2). Setelah selesai pertunjukkan di Aston Kupang Hotel, Jumat (15/2) rombongan Konjen RRC akan berkunjung ke Sumba Timur untuk mengadakan pertunjukan yang sama pada hari Sabtu (16/2) sebelum kembali ke Denpasar pada Minggu (17/2).

Sementara Ketua PSMTI NTT, Hengki Liyanto pada kesempatan itu mengatakan sebagai organisasi sosial mereka menyadari bahwa Imlek merupakan salah satu tradisi yang harus dipertahankan.

Liyanto menambahkan PSMTI akan terus meningkatkan kesadaran dan terus berupaya meningkatkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu, PSMTI akan terus mendukung pemerintah untuk memberdayakan masyarakat dari berbagai segi, sehingga pariwisata secepatnya bertumbuh dan masyarakat NTT dapat meraih kesejahteraan.

PSMTI NTT bersama Pemrov NTT akan berusaha semaksimal mungkin untuk menarik wisatawan Tiongkok yang jumlahnya mencapai jutaan orang untuk berwisata ke NTT selain Bali. “Kita arus tangkap momen ini. Paling tidak dari jutaan warga China yang berkunjung ke Bali setiap tahunya, minimal 20 persen ditarik ke NTT untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (mg-01/E-1)