Pemrov NTT Segera Rekrut Pemuda NTT Belajar di Australia

berbagi di:
Plt Dinnakertrans NTT Sisilia Sona

Plt Dinnakertrans NTT Sisilia Sona

 
Jumal Hauteas

Proses perekrutan pemuda-pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk belajar tentang pengembangan pariwisata dan sejumlah keahlian lainnya akan segera dilaksanakan Pemprov NTT paling lambat pertengahan 2019 ini.

Proses perekrutan ini tinggal menunggu pematangan diskusi antara Pemprov NTT, dan tim dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, mengenai mekanisme perekrutan dan target pencapaian.

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTT Sisilia Sona dan anggota tim gubernur untuk percepatan pembangunan Prof Daniel Kameo saat dikonfirmasi VN di lobi kantor Gubernur NTT, Rabu (13/2) usai mendampingi Manager Unit Pengembangan Bisnis Internasional, Universitas Griffith Australia Dr Hellen Bule dan tim dari Undana Kupang yakni Rektor Undana Prof Fred Benu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr Wayan Mudita, Dr Maria Lobo, dan Philipus de Rozari Ph.D menemui Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di ruang kerjanya.

“Intinya dalam satu-dua hari ini kita akan mendiskusikan mekanismenya dengan bapak Rektor Undana dan timnya untuk segera menentukan kapan bisa dimulai perekrutan pemuda ini,” jelas Sisilia.

Mengenai kriteria pemuda, Prof Kameo menambahkan, “Intinya harus berijasah SMA, dan memiliki passion terhadap dunia pariwisata. Karena bapak gubernur menginginkan pemuda-pemuda kita bisa menjadi penggerak dunia pariwisata yang sudah ditetapkan pemerintah kita sebagai prime over ekonomi NTT lima tahun ke depan,” tegasnya.

Prof Kameo menambahkan, program pelatihan dan peningkatan kemampuan pemuda NTT di sektor pariwisata yang menggandeng Undana Kupang dan Universitas Griffith Australia ini adalah salah satu cara untuk memenuhi janji politik gubernur dan wakil gubernur NTT yang bertekad meningkatkan kemampuan dan keahlian 10 ribu pemuda selama masa kepemimpinan mereka lima tahun ke depan.

“Ini adalah salah satu cara untuk memenuhi janji politik bapak gubernur dan bapak wakil gubernur. Jadi kita akan lakukan sebagian di Australia dan sebagian di Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, pantauan VN, dalam pertemuan di ruang kerja Gubernur NTT, Rabu (13/2) Prof Helen menjelaskan Universitas Griffith Australia memiliki program pengembangan pariwisata dan perhotelan terbaik yang bisa membantu mewujudkan program pengembangan pariwisata yang diinginkan pemerintah Provinsi NTT saat ini.(mg-02/R-2)