Pemuda Katolik Kawal Pilpres 2019

berbagi di:
Sekjen PP Pemuda Katolik Christopher Nugroho posisi (tengah) didampingi Komcab Kota Kupang Yuvensius Tukung, Ketua Panitia Kongres Nasional Pemuda katolik, Ewalde Taek dan para pengurus Pemuda Katolik lainnya foto bersama usai jumpa pers, kemarin. Foto: Stef Kosat/VN

Sekjen PP Pemuda Katolik Christopher Nugroho posisi (tengah) didampingi Komcab Kota Kupang Yuvensius Tukung, Ketua Panitia Kongres Nasional Pemuda katolik, Ewalde Taek dan para pengurus Pemuda Katolik lainnya foto bersama usai jumpa pers, kemarin. Foto: Stef Kosat/VN

 

Stef Kosat

Mulai hari ini, Jumat (7/12) hingga Minggu (9/12), Pemuda Katolik menggelar Kongres Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kongres tersebut antara lain untuk menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Pemuda Katolik akan terlibat langsung bersama Bawaslu RI, provinsi dan kabupaten/kota untuk mengawal Pemilu 2019 agar berjalan demokratis.

Sekjen Pemuda Katolik Christopher Nugroho dalam jumpa pers Swiss-Belinn Kristal Hotel Kupang, Kamis (6/12) mengatakan tema yang diusung dalam Kongres yaitu “Peran dan Kepemimpinan Pemuda dalam Memajukan Kesejahteraan Umum”.
Ditegaskannya bahwa jajaran Pemuda Katolik di seluruh tingkatan akan terjun langsung bersama Bawaslu di semua tingkatan guna mengawasi jalannya pemilu 2019.

Nugroho mengatakan yang terpenting adalah proses di TPS yang harus diawasi dengan baik. Pemuda Katolik di tingkat provinsi, yakni Komisariat Daerah dan Komisariat kabupaten/kota (Provinsi) harus bisa bekerja sama dengan Bawaslu untuk bersama-sama mengawasi jalannya Pileg dan Pilpres agar demokratis.

“Pemuda katolik mengharapkan dalam proses kampanye, sejak awal hingga akhir, terutama Pilpres, Capres-Cawapres harus bisa memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Para calon dan tim tidak boleh menyampaikan hal-hal yang mengancam kesatuan bangsa. Maka dalam Kongres Nasional kita akan keluarkan rekomendasi untuk disampaikan kepada publik,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang Yuvensius Tukung mengatakan, Kongres tersebut akan dilaksanakan di Millenium Ball Room, dan dihadiri pengurus Komda dari 32 provinsi di Indonesia. Dia memperkirakan, peserta Kongres yang hadir berkisar antara 400 hingga 500 orang.

“Sehingga ini bisa memberi efek bagi daerah ini, karena para tamu peserta kongres itu bisa memenuhi hotel-hotel di Kota Kupang,” katanya.

Yuvens berharap Kongres Nasional Pemuda Katolik kali ini dapat berjalan dengan baik dan apa yang telah direncanakan dapat tercapai. Komcab Pemuda Katolik Kota Kupang sebagai tuan rumah, kata dia, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Kongres di Kupang. Ratusan peserta dari berbagai daerah di tentu akan membelanjakan uangnya dan ini membawa dampak bagi hotel-hotel dan rumah makan.

Selain itu, peserta kongres juga pasti membeli oleh-oleh khas NTT seperti duplikat sasando dan kain tenun ikat NTT. “Ini sinyal bagi semua bahwa NTT itu nusa terindah toleransi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengarah Kongres Nasional Pemuda Katolik Indonesia, Ardy Susanto menyampaikan bahwa recananya kongres akan dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo. Namun, namun hal ini masih terus dikoordinasikan panitia dengan pihak Istana Presiden.

Untuk memberi bobot pelaksanaan Kongres Pemuda Katolik, panitia menghadirkan Goris Mere, Ignasius Jonan selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Franky Sibarani Komisaris Utama PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) Persero.

“Besok (hari ini) para pengurus Pemuda Katolik Komda dari 32 provinsi dan 200-san pengurus Komcab kabupaten/kota tiba di Kupang. Kehadiran Pengurus Komda dan Komcab se-Indonesia tidak hanya mengikuti kongres, tetapi mereka juga akan berbagi mengenai keterlibatan pemuda Katolik di berbagai daerah masing-masing. Misalnya, Pengurus Komda dan Keuskupan Agung Palembang mengelola satu rumah singgah khusus untuk program narkoba. Jadi jika anak-anak di Palembang yang terjerumus ke narkoba, maka Keuskupan bekerjasama dengan Pemuda Katolik untuk mendampingi mereka di rumah singgah itu.

Selain itu, di Sulawesi Utara, Pemuda Katolik setempat selama enam bulan terakhir melaksanakan pengobatan gratis dan pembagian kacamata gratis. Untuk kacamata, Komda Sulut bekerjasama dengan rumah sakit mata.
Kongres Nasional Pemuda Katolik kali ini dihadiri Ketua Umum Pemuda Katolik, Carolin Margareth Natashia, yang sekarang menjabat sebagai Bupati Landak di Povinsi Kalimantan Barat. (mg-01/D-1).