Pemukiman Warga Malaka, Diterjang Gelombang Pasang

berbagi di:
Gelombang pasang di Pantai Motadikin menyebabkan air laut meluap menggenangi pemukiman warga Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Minggu (20/5) siang.

Akibat gelombang pasang di Pantai Motadikin menyebabkan air laut meluap menggenangi pemukiman warga Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Minggu (20/5) siang.

 
Berchmans Nahak

Angin kencang yang memicu gelombang pasang yang tinggi di Pantai Motadikin menyebabkan pemukiman warga Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur tergenang air laut. Di beberapa titik, ketinggian air laut mencapai 1,5 meter.

Terjangan gelombang pasang pada Minggu (20/5) siang sekitar pukul 12.30 Wita itu menyebabkan 47 kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sebanyak 164 orang terkena dampak.
Warga Desa Fahiluka, Dion Berek kepada wartawan di Betun, kemarin, mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa alam yang terjadi setiap tahun itu.

“setiap tahun selalu terjadi, biasanya pada Februari sampai bulan Mei. Tahun lalu juga sama. Air laut naik dan menggenangi beberapa rumah warga, termasuk lokasi wisata Pantai Motadikin,” kisah Dion.

Menurutnya, warga desa setempat sudah tahu dan sudah mengantisipasinya. Warga sudah memindahkan barang dan perabot rumah tangga ke dusun tetangga yang bebas dari terjangan gelombang pasang.
Meski demikian, terjangan gelombang pasang kemarin menyebabkan beberapa rumah warga dan pondok-pondok yang dipakai para nelayan, mengalami kerusakan. Beberapa ternak warga juga mati dan hanyut terbawa air laut.

Warga lain, Kristo Bere berharap agar pemerintah segera memberi perhatian terhadap bencana terjangan gelombang pasang tersebut. Sebab, sering terjadi setiap tahun.

Ia sangat berharap bencana alam tersebut harus ditanggulangi karena merusak rumah warga dan terjadi di lokasi wisata Pantai Motadikin, pantai yang banyak dikunjungi wisatawan selama ini.

“Pemerintah tidak boleh diam, karena ini bencana. Jika tidak, maka warga akan kehilangan rumah dan objek wisata rusak,” tegasnya.

Camat Malaka Tengah Eduardus Atok membenarkan kejadian terjangan gelombang pasang di Desa Fahiluka tersebut. Pemerintah belum menghitung kerugian akibat bencana ini.

Eduardus mengatakan selama ini air laut sering masuk menggenangi pemukiman warga. Apalgi tingkat abrasi yang tinggi sudah terjadi selama beberapa tahun terakhir.

Informasi yang dihimpun, aparat Desa Fahiluka masih melakukan pendataan kerugian akibat terjangan gelombang pasang tersebut. (man/C-1)