Penenun Mabar Harus Punya Mental Pengusaha

berbagi di:
Ketua PKK Propinsi NTT,Julie sutrisno laiskodat saat bertatap muka dengan kelompok penenun di Desa Ponto Ara. Foto: Gerasimos Satria/VN

Ketua PKK Propinsi NTT,Julie sutrisno laiskodat saat bertatap muka dengan kelompok penenun di Desa Ponto Ara. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

 
Gerasimos Satria

Ketua TP PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan penenun di Manggarai Barat harus memiliki mental pengusaha. Penenun harus menjadikan pekerjaan ini sebagai pekerjaan utama. Penenun diharapkan serius menghasilkan tenunan berkualitas.

“Rata-rata di NTT setiap kelompok penenun memiliki masalah. Untuk kelompok penenun di Mabar, kami siap beri bantuan benang. Tapi ada syaratnya
kualitas harus dijaga, harga kain tenun tidak boleh mahal. Penenun harus punya mental pengusaha atau bisnis,” ujar Julie saat bertemu kelompok penenun di Desa Ponto Ara, Kecamatan Lembor dan penenun di Kelurahan Nantal, Kecamatan Kuwus, Rabu (18/10).

Sebagai pemilik brand LeViCo, ia bersedia membeli kain di dua kecamatan tersebut asalkan penenun bisa menghasilkan tenunan berkualitas.

Sementara Kepala Desa Ponto Ara, Kecamatan Lembor, Rofinus Taso mengatakan selama ini ada tiga kelompok penenun aktif di Desa Ponto Ara. Tiga kelompok tersebut mendapat dukungan total dari LSM WVI dan PKK Desa Ponto Ara untuk pelatihan menenun. Selain itu sejumlah masyarakat juga aktif menenun di rumah masing-masing.

Lurah Nantal, Kecamatan Kuwus, Patrisius A.Parus mengatakan kelompok penenun di desanya masih minim karena masyarakat lebih fokus menanam cengkeh dan kopi. (bev/ol)