Pertina NTT Ditantang Raih Emas PON dan Kapolri Cup

berbagi di:
Ketua Umum PB Pertina Pusat Brigjen Pol Johni Asadoma memberikan potongan kue ulang tahunnya kepada Bendelina Radja, istri mendiang Ketua Harian Pertina NTT David Radja pada acara Natal keluarga besar Pertina NTT yang digelar di Ballroom Milenium Kupang, Minggu (13/1). Johni Asadoma didampingi Ketua Pengprov Pertina NTT Samuel Haning dan jajaran pengurus. Foto: Alfred Otu/VN

Ketua Umum PB Pertina Pusat Brigjen Pol Johni Asadoma memberikan potongan kue ulang tahunnya kepada Bendelina Radja, istri mendiang Ketua Harian Pertina NTT David Radja pada acara Natal keluarga besar Pertina NTT yang digelar di Ballroom Milenium Kupang, Minggu (13/1). Johni Asadoma didampingi Ketua Pengprov Pertina NTT Samuel Haning dan jajaran pengurus. Foto: Alfred Otu/VN

 
Carles Jerama

Ketua Umum PB Pertina Pusat Brigjen Pol Johni Asadoma menantang seluruh elemen Pertina NTT untuk terus menggelorakan semangat agar dalam tahun ini meraih emas sebanyak mungkin pada event Pra PON, PON, dan Kapolri Cup.
Brigjen Asadoma yang juga Wakapolda NTT, mengatakan itu pada Natal keluarga besar Pertina (NTT di Ballroom Milenium Kupang, Minggu (13/1).

Acara ini dihadiri Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina NTT, Samuel Haning, seluruh atlet dan mantan atlet tinju, wasit dan mantan wasit Pertina NTT dari sejumlah daerah di NTT.

Piala Kapolri atau Kapolri Cup tahun ini, lanjutnya, bakal digelar di NTT. “Entah di Labuan Bajo atau di Kupang belum dipastikan. Namun, itu akan melibatkan (kontingen dari) 10 negara, dan ini merupakan moment emas bagi NTT untuk menyelaraskan visi misi program Gubernur NTT yang menjadikan pariwisata sebagai leading sector.

Pada kesempatan tersebut ia menggugah semangat para atlet tinju agar mengharumkan nama NTT di event tersebut.

Ia menegaskan, Natal membuktikan kasih Tuhan kepada manusia. Karena itu, manusia harus hidup penuh kasih, damai dan rukun serta memiliki semangat yang tinggi.

“Semangat ini harus dipelihara oleh seluruh elemen Pertina. Ini adalah tantangan kita karena kita memiliki harapan untuk meraih medali emas ke depan. Ini tanggung jawab besar kita untuk meraih emas sebanyak mungkin tahun ini di Maluku Utara dan Jawa Barat,” katanya.

Dia meminta seluruh pengurus Pertina agar bekerja keras untuk mendapatkan emas di arena PON dan Pra PON. “Kita harus mendapat medali emas pada PON di Papua agar agar berselaras sesuai mimpi kita bersama menuju NTT bangkit kembali dan berprestasi,” tegasnya.

Menurutnya, tahun ini SEA Games akan dihelat di Manila, dan target NTT tidak hanya lolos mengikuti ajang tersebut namun meraih emas. “Pra Olimpiade tahun ini kita harus dapat emas karena tiga kali kita gagal meloloskan petinju Indonesia ke pra olimpiade di Manila,” katanya.

Di saat dirinya masih berjaya di dunia tinju, katanya, baru dua petinju NTT yang berhasil di Olimpiade. “Pertama saya sendiri di Los Angelas tahun 1984 yaitu satu medali emas, dan tahun 1997 Hermensen Ballo juara SEA Games,” tuturnya.
Hikmat
Disaksikan VN, Natal bersama keluarga Pertina NTT dmulai pada pukul 16.30 Wita. Acara dimulai dengan ibadah bersama, dirangkai dengan perayaan HUT ke-53 Brigjen Johni Asadoma, dan dipungkas acara ramah tamah.
Pendeta Mikael Pandu dalam khotbahnya pada ibadah Natal tersebut, mengatakan, hikmat jauh lebih besar dari segalanya, karena orang yang memiliki hikmat adalah memiliki hidup. Sebab, hidup manusia dituntun oleh hikmat. Hikmat berperan dalam mengatur manusia bagaimana harus berpikir yang berdampak pada perbuatan.

Karena itu hikmat harus dikejar dan dipertontonkan dimana saja melalui perbuatan manusia sebagai asas kasih. Sebab, tanpa hikmat tidak ada terang oleh karena hikmat adalah terang yang mendorong manusia membedakan yang baik maupun yang buruk.

Hikmat manusia selalu berbeda. Namun, karena hikmat menimbulkan kasih yang akhirnya menyatukan perbedaan.

Ketua Pengprov Pertina NTT, Semual Haning mengatakan, Natal bersama merupakan inisiatif dari almarhum David Radja, yang bertepatan dengan HUT Ketua Umum Pertina Pusat, Brigjen Pol Johni Asadoma. Momentum tersebut sekaligus mempersatukan para atlet, mantan atlet, serta wasit dan mantan wasit sebagai semangat awal untuk menjaring atlet tinju.

Ia menjelaskan sekitar 50 atlet akan diseleksi untuk diperoleh dua yang terbaik yang dipersiapkan mengikuti Pra PON September tahun ini di Maluku Utara dan Oktober di Jawa Barat.

Ketua Panitia Natal Bersama, David Selan mengatakan, acara tersebut diadakan untuk mempererat semua elemen Pertina NTT baik itu pelatih, wasit, atlet dan mantan atlet untuk bersatu mendukung kemajuan tinju NTT. Terlebih persiapan menghadapi Pra PON 2019 dan PON 2020 di Papua. (mg-07/R-2)