Pertina NTT Target Raih Prestasi Emas di Pra PON dan PON

berbagi di:
Ketua Umum PB Pertina Pusat Brigjen Pol Johni Asadoma memberikan potongan kue ulang tahunnya kepada Bendelina Radja, istri mendiang Ketua Harian Pertina NTT David Radja pada acara Natal keluarga besar Pertina NTT yang digelar di Ballroom Milenium Kupang, Minggu (13/1). Johni Asadoma didampingi Ketua Pengprov Pertina NTT Samuel Haning dan jajaran pengurus. Foto: Alfred Otu/VN

 
Semangat Awal Pertina NTT meraih emas di Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) dan PON hal ini disampaikan, Ketua Pertina Pusat (PP) Brigjen Pol Johni Asadoma, pada saat Natal Keluarga Besar Pertina (Persatuan Tinju Nasional) cabang NTT di Ballroom Milinium Kupang, Minggu (13/1).

Disaksikan VN, acara Natal mulai pada pukul 16.30 Wita dihadiri Oleh Wakil Kapolda NTT sekaligus Ketua Umum Pengurus Pertina Pusat Brigjen Pol Johni Asadoma, Ketua Umum Pengurus Pronvinsi NTT Samuel Haning, seluruh atlit, mantan atlit, wasit dan mantan wasit Pertina NTT di sejumlah daerah Kabupaten seperti di Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan, Belu dan Malaka.

Acara dimulai dengan ibadah bersama, perayaan Hari Ulang Tahun ke- 53 Brigjen Pol, Johni Asadoma dengan pemotongan kue Ulang Tahun hingga ramah tamah pada usai acara.

Pendeta Mikael Pandu dalam Khotbahnya mengatakan hikmat jauh lebih besar dari segalanya, karena orang yang memiliki hikmat adalah memiliki hidup karena hidup manusia dituntun oleh hikmat, hikmat berperan dalam mengatur manusia bagaimana harus berpikir yang berdampak pada perbuatan.

Karena itu hikmat harus dikejar dan dipertontonkan dimana saja melalui perbuatan manusia sebagai asas kasih hidup berdasarkan hikmat Manusia dalam menghadapi peradaban ini karena tanpa hikmat tidak ada terang karena hikmat adalah terang yang mendorong manusia membedakan yang baik maupun yang buruk yang dilandaskan dengan kebenaran dari Tuhan.

Jelas Mikael hikmat manusia selalu berbeda-beda yang satu datang dengan hikmat yang berbeda kemudian satu lagi dengan himat berbeda namun hanya karena hikmat menimbulkan kasih yang akhirnya menyatukan perbedaan keputusan menjadi satu yang bersumber pada Tuhan Yesus.
Semangat Sportivitas
Ketuan Umum Pertina, Brigjen Pol Johni Asadoma, dalam sambutannya mengatakan makna natal adalah kasih Tuhan bagi manusia sehingga kita perlu melaksanakan kasih bagi sesama agar kita hidup damai dan rukun serta memiliki nilai semangat sportivitas yang tinggi.

Semangat awal ini harus wajib dipelihara dan diteruskan bagi semua elemen Pertina, “ini adalah tantangan kita karena kita memiliki harapan untuk meraih medali emas kedepan, ini merupakan tanggungjawab besar bagi kita bersama untuk meraih emas sebanyak mungkin tahun ini di Maluku Utara dan Jawa Barat”, tandasnya.

Lanjutnya, seluruh pengurus Pertina harus bekerja keras untuk mendapat jatah PON yang banyak di Pra PON, “kita harus mendapat medali emas pada PON di Papua agar agar berselaras sesuai mimpi kita bersama menuju NTT bangkit kembali dan berprestasi”, tuturnya.

Jelas Johni, tahun ini sea games akan diadakan di Manila harus kita target NTT tidak hanya lolos mengikuti ajang tersebut namun meraih prestasi emas, “tahun ini Pra Olimpiade kita harus dapat emas karena tiga kali kita gagal meloloskan petinju Indonesia ke Pra olimpiade di Manila.

Sepanjang sejarah masa saya baru dua petinju di NTT yang berhasil di olimpiade, “pertama saya sendiri di Los Angel tahun 1984 berhak mendapat satu medali emas dan tahun 1997 Hermensen Balo juara Sea Games pada piala presiden tiga kali mendapat medali emas satu dan satu perak” jelas Johni.
Piala Kapolri
Ia mengungkapkan, piala KAPOLRI akan digelar tahun ini entah di Labuan bajo atau di Kupang hal ini belum pastikan namun akan melibatkan 10 negara dan ini merupakan moment emas bagi NTT untuk menyelaraskan Visi Misi Program Gubernur NTT dibidang Pariwisata yang menjadikan Pariwisata sebagai Leading sektor.

“Saya mengugugah semangat tinju NTT lagi untuk mengikuti rekam jejak mengharumkan nama NTT.

Ketua Pengprov Pertina NTT, Semual Haning mengatakan, syukuran natal dan tahun baru merupakan inisiatif dari almarhum Samuel Radja serta bertepatan Hari Ulang Tahun Ketua Umum Pertina Pusat (PP), Brigjen Pol Johni Asadoma, sekaligus mempersatukan kembali atlit, mantan atlit serta wasit dan mantan wasit sebagai semangat awal menjaring atlit.

Ia menjelaskan sekitar 50 orang atlet akan diseleksi untuk benar menyaring atlit terbaik dari jumalh tersebut akan mengambik dua orang atlit terbaik untuk mengikuti Pra PON bulan september di Maluku Utara dan Oktober di Jawa Barat.

Ia mengatakn telah mengadakan rapat beberapah hari lalu untuk memberi semangat meraih bersama pelatih maupun atlit memiliki harapan prestasi pada waktu yang akan diadakan, “jangan ada dendam diantara sesama ditahun yang baru”, kata Samuel.

Ketua Panitia Penyelenggara Natal David Selan, mengatakan maksud melaksanakan acara natal ini untuk mempererat semua komponen elemen Pertina NTT baik itu Pelatih, Wasit atlit dan mantan atlit dalam mendukung kemajuan pertina NTT di tingkat nasional maupun tingkat Internasional sekaligus menghadapi Pra PON 2019 dan PON 2020 di Papua. (mg-07/R-2)