Peserta Kirab Pemuda Harus Berbaur 

berbagi di:
Menpora Imam Nahrawi
Syarif Lamabelawa
Peserta Kirab Pemuda 2017, Jumat (29/9) tiba di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur setelah sehari sebelumnya dilepas Menteri Pemuda dan Olahraga  (Menpora) Imam Nahrawi di Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao. Kota Kupang merupakan titik singgah pertama peserta Kirab 2017 yang start dari wilayah terselatan Indonesia.
Setiba di Kupang, peserta Kirab 2017 disambut Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat di halaman GOR Flobamora. Para peserta yang berasal dari 34 provinsi itu diterima Wali Kota Kupang Hermanus Man di pintu masuk GOR Flobamora.
Staf Khusus Menpora, Zainul Munasichin dalam sambutannya mengatakan, pemilihan Pulau Rote sebagai titik star Kirab Pemuda 2017 merupakan ide dari Menpora Iman Nahrawi. Sebab,kata dia, selama ini titik start Kirab selalu dimulai dari paling barat dan paling timur Indonesia yakni dari Sabang dan Marauke.
“Menurut Pak Menteri (Iman Nahrawi), Sabang dan Marauke atau barat dan timur sudah terlalu mainstream, umum. Karena itu kita ganti dengan paling selatan dan paling utara yakni Pulau Rote di NTT dan Pulau Miangas di Sulawesi Utara,” jelasnya.
Sebelumnya, lanjut Zainul, Menpora sudah melepas peserta kirab yang start di Miangas. Baik peserta yang dilepas di Rote maupun Miangas, keduanya akan bertemu di Blitar, Jawa Timur.
Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada peserta Kirab di Kota Kupang yang juga adalah ibukota Provinsi NTT.
Menurutnya, pemuda tahun 1928 adalah mereka yang memperjuangkan kemerdekaan. Sementara pemuda masa kini adalah pemuda yang mengisi kemerdekaan yang dilakukan dengan segala kreativitasnya.
“Bicara pemuda, we talk about future, kita bisa bicara tentang masa depan,” ucapnya.
Dia meminta selama berada di Kupang, peserta Kirab harus berbaur dengan para pemuda di daerah ini. Sebaliknya, para pemuda di daerah ini juga harus terlibat dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh peserta Kirab.
Herman Man mengatakan, tugas generasi tua adalah mempersiapkan generasi muda. Generasi tua akan bersalah jika gagal mempersiapkan mudah.
Asisten Deputi Kreativitas Pemuda Eny Budi Sriharyani dalam sambutannya menyampaiakan terima kasih kepada panitia lokal yang bertugas menyiapkan penerimaan dan pelepasan di setiap titik singgah.
Dia menjelaskan, peserta Kirab 2017 berasal dari 34 provinsi ditambah dengan pemuda dari organisasi keagamaan. Karena itu, tema yang diusung oleh Kirab Pemuda tahun ini “Kirab Pemuda untuk Persatuan Indonesia”.
Selama berada di setiap titik singgah, kata dia, peserta Kirab akan melakukan sejumlah kegiatan di antaranya konsolidasi kepemudaan, pawai napak tilas, pawai seni dan budaya, serta bakti sosial.
Kepada para peserta Kirab, Eny mengingatkan untuk selalu berbaur dengan masyarakat lokal di setiap titik singgah sesuai semangat persatuan yang diusung Kirab Pemuda 2017.